Bentengi Luhak Nan Tuo, Pemkab Tanah Datar Tabuh Genderang Perang Lawan Pekat

 


BATUSANGKAR, KITAPUNYA.ID– Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, dan pemuka agama menyatukan tekad untuk membersihkan wilayah Luhak Nan Tuo dari ancaman penyakit masyarakat (pekat). Komitmen ini ditegaskan melalui deklarasi bersama menolak penyalahgunaan narkoba, LGBT, serta perilaku asusila di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Minggu (5/7/2026).

Langkah proaktif ini diambil sebagai respons cepat atas meningkatnya keresahan masyarakat terhadap potensi degradasi moral dan peningkatan kasus hukum yang bertentangan dengan norma agama, hukum positif, serta adat budaya Minangkabau.

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Pemkab Tanah Datar, Polres Tanah Datar, Kodim 0307/Tanah Datar, DPRD, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Respons Terhadap Keresahan Masyarakat

Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, menjelaskan bahwa deklarasi massal ini bukan sekadar seremonial, melainkan tindak lanjut dari koordinasi intensif antar-instansi guna memetakan langkah preventif di lapangan.

"Langkah ini merupakan respons langsung atas keresahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait meningkatnya indikasi penyakit masyarakat. Pemda, Polres, TNI, LKAAM, MUI, dan seluruh pihak sepakat bahwa diperlukan komitmen bersama yang konkret untuk mengantisipasinya," terang AKBP Nur Ichsan.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, bersama pimpinan LKAAM dan MUI setempat, menegaskan bahwa lembaga legislatif dan pemuka adat mendukung penuh penegakan hukum dan aturan yang berlaku demi meminimalisir ruang gerak aktivitas yang melanggar norma sosial.

Anton juga mengimbau para orang tua di Tanah Datar untuk memperketat pengawasan di lingkungan keluarga masing-masing. "Peran keluarga adalah benteng utama. Jika ada indikasi perilaku yang menyimpang atau mencurigakan, segera laporkan agar bisa dilakukan pembinaan sejak dini," tambahnya.

Benteng Masa Depan Generasi Muda

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menekankan bahwa gerakan menyeluruh ini sangat krusial karena menyangkut perlindungan terhadap generasi penerus daerah. Upaya ini sekaligus menjadi implementasi nyata dalam menjaga marwah filosofi hidup masyarakat Minangkabau.

"Gerakan ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk melindungi masa depan generasi Tanah Datar, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," ujar Wakil Bupati.

Wabup Ahmad Fadly juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Tanah Datar yang telah menginisiasi langkah-langkah preventif dan edukatif ini guna menekan peredaran narkoba dan pekat secara terukur.

Acara deklarasi tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, jajaran kepala OPD, Ketua TP-PKK Ny. Lise Eka Putra, Ketua GOW Ny. dr. Dwinanda Ahmad Fadly, serta para tokoh masyarakat.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna