Peringatkan Warga Buang sampah Sembarangan
Posko Pemantauan dan K3 Didirikan di TPS Marapalam
Teks foto.
Tim khusus Pemantauan dan K3 DLH sedang bertugas di posko TPS jembatan marapalam.J.E Syawaldi
Padang, Singgalang
Tingkat kesadaran warga Kota Padang untuk membuang sampah di dalam kontainer pada setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) masih rendah. Kondisi itu membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mendirikan posko pemantauan dan pengawasan K3 dengan tim khusus untuk berikan edukasi dan peringatan kepada warga.
Melalui tim khusus itu, nantinya diperingatkan kepada warga kota untuk membuang sampah ke dalam kontainer bukan di luar kontainer yang kerapkali dilakukan.
Hal itu ditegaskan Kepala DLH Kota Padang, Mairizon menjawab Singgalang di kantornya, Kamis (24/9). Disebutkan Mairizon, posko pemantauan dan pengawasan K3 ini sudah yang ketiga lokasi didirikan oleh DLH Kota Padang.
"Saat ini kita mendirikan posko pemantauan di TPS Marapalam yang sudah berjalan beberapa hari. Rencananya posko tersebut akan berdiri selama 15 hari,"ujar Mairizon.
Disebutkan Mairizon, tim khusus memperingatkan setiap warga yang membuang sampah di luar kontainer untuk tidak membuang sampah seperti itu lagi. Lalu, warga diwajibkan membuang sampah tersebut ke dalam kontainer.
Lebih jauh disebutkan, setelah beberapa hari dibuat pos pemantauan di lokasi tingkat kepatuhan warga kota membuang sampah ke dalam kontainer sudah semakin membaik.
Tentu, kondisi itu diharapkan bisa meningkat hingga warga disiplin membuang sampah ke dalam kontainer di tempat-tempat TPS. Bila warga sudah disiplin lagi membuang sampah ke dalam kontainer, tak harus 15 hari posko pemantauan tersebut akan dipindahkan ke TPS yang tingkat kesadaran warganya masih rendah buang sampah ke dalam kontainer.
Dikatakan Mairizon, sebelumnya juga sudah ada posko pemantauan dan pengawasan K3 didirikan di TPS Taruko dan Patenggangan. Berdasarkan evaluasi, kedua TPS itu kini warganya sudah disiplin membuang sampah ke dalam kontainer.
"Ada 3 orang petugas standby di posko yang salah satunya dari Satpol PP. Tim ini bekerja 3 shift yang dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB,"ujar Mairizon.
Ditambahkannya, saat ini cukup banyak TPS liar yang ada di setiap kelurahan. Itulah yang membuat petugas DLH kewalahan menanggani sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sampah berserakah dan petugas butuh waktu dan tenaga ekstra mengumpulkannya.103
Posko Pemantauan dan K3 Didirikan di TPS Marapalam
Teks foto.
Tim khusus Pemantauan dan K3 DLH sedang bertugas di posko TPS jembatan marapalam.J.E Syawaldi
Padang, Singgalang
Tingkat kesadaran warga Kota Padang untuk membuang sampah di dalam kontainer pada setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) masih rendah. Kondisi itu membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mendirikan posko pemantauan dan pengawasan K3 dengan tim khusus untuk berikan edukasi dan peringatan kepada warga.
Melalui tim khusus itu, nantinya diperingatkan kepada warga kota untuk membuang sampah ke dalam kontainer bukan di luar kontainer yang kerapkali dilakukan.
Hal itu ditegaskan Kepala DLH Kota Padang, Mairizon menjawab Singgalang di kantornya, Kamis (24/9). Disebutkan Mairizon, posko pemantauan dan pengawasan K3 ini sudah yang ketiga lokasi didirikan oleh DLH Kota Padang.
"Saat ini kita mendirikan posko pemantauan di TPS Marapalam yang sudah berjalan beberapa hari. Rencananya posko tersebut akan berdiri selama 15 hari,"ujar Mairizon.
Disebutkan Mairizon, tim khusus memperingatkan setiap warga yang membuang sampah di luar kontainer untuk tidak membuang sampah seperti itu lagi. Lalu, warga diwajibkan membuang sampah tersebut ke dalam kontainer.
Lebih jauh disebutkan, setelah beberapa hari dibuat pos pemantauan di lokasi tingkat kepatuhan warga kota membuang sampah ke dalam kontainer sudah semakin membaik.
Tentu, kondisi itu diharapkan bisa meningkat hingga warga disiplin membuang sampah ke dalam kontainer di tempat-tempat TPS. Bila warga sudah disiplin lagi membuang sampah ke dalam kontainer, tak harus 15 hari posko pemantauan tersebut akan dipindahkan ke TPS yang tingkat kesadaran warganya masih rendah buang sampah ke dalam kontainer.
Dikatakan Mairizon, sebelumnya juga sudah ada posko pemantauan dan pengawasan K3 didirikan di TPS Taruko dan Patenggangan. Berdasarkan evaluasi, kedua TPS itu kini warganya sudah disiplin membuang sampah ke dalam kontainer.
"Ada 3 orang petugas standby di posko yang salah satunya dari Satpol PP. Tim ini bekerja 3 shift yang dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB,"ujar Mairizon.
Ditambahkannya, saat ini cukup banyak TPS liar yang ada di setiap kelurahan. Itulah yang membuat petugas DLH kewalahan menanggani sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sampah berserakah dan petugas butuh waktu dan tenaga ekstra mengumpulkannya.103