-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Begini Kisah Sri Mulyani Ketika Menerima BLT dari Baznas

Sunday, 20 September 2020 | 00:49 WIB Last Updated 2020-09-19T17:49:12Z


Sri Mulyani, bersama penerima BLT dari Baznas Sumbar. kitapunya.id

PADANG
-Nama Sri Mulyani disebut oleh pembawa acara, sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar. Seluruh mata yang memandang sosok perempuan berjilbab hitam tersebut. Dia melangkah ringan menuju panitia yang menyebut namanya. 


"Ibu Sri Mulyani," tanya pembawa acara.


"Benar buk. Saya Sri Mulyani," jawab perempuan setengah baya tersebut. 


Dia pun menerima amplop berwarna putih, berisi lembaran Rp100 ribu lima lembar.  Sri Mulyani pun mengucapkan terima kasih kepada panitia acara dari pengurus Tim Penggerak PKK Sumbar. Ibu tiga anak tersebut pun kembali duduk ke tempat semula. Lalu panitia pun menyebut nama penerima BLT lainnya.


Sri Mulyani, satu dari sekian banyak pedagang yang terkena imbas wabah Covid-19 di Sumbar. Dia sangat bersyukur karena menerima bantuan dari Baznas Sumbar.


"Alhamdulillah saya dapat BLT ini. Bantuan ini sangat berguna untuk saya. Sebab selama wabah saya tidak lagi berjualan. Takut kalau-kalau terkena virus itu," kata Sri, warga perumahan Lubuk Gading tersebut, di sela-sela penyerahan BLT oleh pengurus PKK Sumbar, di kantornya Jumat (4/9).


Disebutkannya, wabah Covid-19 telah merubah segalanya. Termasuk gaji suaminya yang berstatus sebagai satpam di salah satu perusahaan. Kondisi itu membuat ekonomi keluarganya terganggu. Karena itu dia merasa sangat gembira mendapat BLT tersebut.


"Biasanya gaji suami saya UMR. Sejak wabah Covid-19 tinggal setengah saja. Gaji itu memang tak cukup. Tapi harus dicukup-cukupkan," terang perempuan paruh baya itu.


Dia punya tiga anak, satu sudah menikah, dua lainnya masih sekolah dan kuliah. Selama pandemi biaya hidup terasa begitu tinggi bagi Sri Mulyani yang hidup dengan ekonomi pas-pasan. Betapa tidak dia harus menambah biaya membeli paket untuk anak-anaknya, yang belajar online di rumah.


"Iya susah sangat sekarang, karena anak belajarnya di rumah. Kami harus beli paket tiap bulan. Saya biasanya beli paket Rp50 ribuan. uang itu biasanya untuk menambah biaya dapur, sekarang dibelikan untuk paket internet," sebutnya.


Dia berharap wabah Covid-19 segera berlalu agar dia bisa kembali berjualan seperti sebelum corona melanda dunia.


Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno mengatakan BLT untuk kader PKK tersebut bersumber dari Baznas Sumbar. Penerimanya sebanyak 70 orang, dimana masing-masing kader menerima Rp500 ribu per orang.


"Pemberian BLT untuk kader PKK ini merupakan lanjutan program gebrak masker dari penggerak PKK pusat beberapa waktu lalu. Dimana dalam program itu ditargetkan sekitar 3 juta warga Sumbar sudah punya masker," sebut Nevi.


Terpisah sebelumnya Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit menjelaskan penerima BLT dari Baznas Sumbar, adalah kader PKK yang tak mampu.


"Kader PKK yang menerima bantuan ini berasal dari 11 kecamatan di Padang," sebut Wartawati.


Disebutkannya, selain menerima BLT, kader PKK tersebut juga menerima APD, seperti masker, face shield, masker, sarung tangan dan hand sanitalizer.


Sementara, Ketua Pelaksana Penyaluran BLT, Ny. Linda Alwis, menjelaskan penerima bantuan kemarin sebanyak 70 orang dari total 100 orang.


"Total pemerima 100 orang, namun 30 orang sebelumnya sudah diserahkan pada kegiatan sebelumnya," sebut Linda. YL

×
Berita Terbaru Update