-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ternak Warga Mati Mengenaskan Dimangsa Harimau Sumatera di Agam

Thursday, 24 September 2020 | 20:24 WIB Last Updated 2020-09-24T13:30:22Z

 

 


Harimau Sumatera
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang habitatnya mulai punah (Kitapunya.id)

KitaPunya.id- Seekor kambing ternak warga di Jorong Cubadak Lilin,  Nagari Tigo Balai Kecamatan Matur Kabupaten Agam, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan tak jauh dari tempatnya diikat,  Kamis (24/9). Kejadian ini diketahui warga setempat pagi tadi saat hendak mengambil  ternaknya yang sudah  terletak di areal persawahan.

Kambing warga bernama  Zulven tersebut ditemukan dengan luka sobekan pada bagian perut. Atas kejadian itu, pemilik ternak pun melaporkan kejadian tersebut pada polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam. 

Ade Putra, Kepala BKSDA Resort Agam membenarkan adanya kasus konflik  satwa yang terjadi  di Cubadak Lilin Kamis sore. “Diduga ini kambing warga yang mati tersebut karena Harimau Sumatera”, katanya.

Pihaknya selaku otoritas penjaga satwa dan fauna dilindungi berencana akan segera memasang perangkap untuk menghindari adanya kemungkinan ternak  maupun warga setempat yang menjadi korban selanjutnya

“Kami sedang dalam perjalanan  ke Padang menjemput perangkap dan akan langsung dipasang besok”, sebut Ade Putra melalui pesan singkat.

Diketahui, dalam bulan ini  sudah terjadi tiga kali konflik satwa di daerah  ini. Namun BKSDA baru mendapat laporan hari  ini dari masyarakat. “Ada 1 kerbau dan 2 kambing  yang sudah dimangsa satwa yang dilindungi ini”, tambah Ade.

Kejadian konflik satwa di daerah tersebut bukan untuk kali pertama. Tahun lalu pada bulan yang sama dan tempat yang sama juga terjadi konflik satwa Harimau Sumatera. Kala itu, satu ekor kerbau warga juga ditemukan mati yang disinyalir dimangsa Harimau Sumatera.

BKSDA saat itu, tidak melakukan penangkapan terhadap “kucing besar” tersebut namun hanya dilakukan pengusiran bersama warga dengan melakukan bunyi-bunyian hingga satwa tersebut kembali masuk ke habitatnya.

Secara topografi, menurut data BKSDA setempat,  areal tersebut sangat dekat dengan cagar alam Maninjau dengan luas sekitar 21.000 hektar. Kawasan itu merupakan tempat tinggalnya Harimau Sumatera atau dengan nama latin Panthera Tigris Sumatrae  yang   jumlahnya mulai berkurang di pulau Sumatera. DC

×
Berita Terbaru Update