PADANG, KITAPUNYA.ID-Kehadiran moda transportasi kereta api di Sumatera Barat kini semakin melekat di hati masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat sukses mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam layanan transportasi massal, yang tidak hanya mempermudah mobilitas harian warga, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan perekonomian regional.
Hal ini dibuktikan langsung melalui moncernya performa tiga layanan andalan KAI Divre II Sumbar—KA Lembah Anai, KA Pariaman Ekspres, dan KA Minangkabau Ekspres—selama periode Januari hingga September 2026.
Lonjakan Signifikan Penumpang KA Lembah Anai
Sebagai primadona baru di koridor Padang–Kayutanam, KA Lembah Anai kian diminati masyarakat untuk menunjang aktivitas bekerja, sekolah, hingga berwisata. Menyediakan enam perjalanan setiap hari, rute ini menawarkan tarif terjangkau serta menyuguhkan panorama alam Ranah Minang yang asri dan memanjakan mata.
Transformasi layanan ini berbuah manis pada lonjakan volume penumpang. Sepanjang Januari–September 2026, KA Lembah Anai sukses mengangkut 261.954 pelanggan, melonjak drastis dari 73.897 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati angka ini juga dipengaruhi oleh penyesuaian pola layanan dan cakupan rute di tahun 2026, antusiasme masyarakat membuktikan bahwa kereta api telah menjadi solusi mobilitas yang diandalkan.
“Kereta api harus semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Bukan hanya mengantarkan pelanggan dari satu stasiun ke stasiun lainnya, tetapi juga membuka akses, mempermudah mobilitas, dan memberikan nilai tambah bagi wilayah yang dilalui,” ungkap Reza Shahab, Humas KAI Divre II Sumbar.
Pariaman Ekspres & Minangkabau Ekspres Perkuat Konektivitas Wisata dan Bandara
Tak hanya Lembah Anai, dua layanan lainnya turut menunjukkan performa impresif dalam memperkuat jejaring transportasi terpadu di Sumatera Barat:
KA Pariaman Ekspres (Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras): Menyiapkan 10 perjalanan setiap hari dengan tarif ramah di kantong sebesar Rp5.000, kereta ini menjadi jalur utama favorit warga dan wisatawan menuju kawasan pesisir, khususnya Pantai Gandoriah. Tercatat sebanyak 1.281.766 pelanggan menggunakan layanan ini pada Januari–September 2026 (naik dari 1.215.676 pelanggan di 2025). Pertumbuhan ini turut mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha lokal mulai dari sektor kuliner hingga perdagangan pariwisata.
KA Minangkabau Ekspres: Menghubungkan pusat Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) lewat 12 perjalanan harian berarif Rp10.000. Layanan ini melayani 245.899 pelanggan (meningkat dari 203.829 pelanggan pada tahun lalu). Selain menopang mobilitas pelancong udara, kereta ini juga aktif merangkul dunia pendidikan melalui program tiket rombongan edukatif bagi para pelajar.
Mendorong Roda Perekonomian Daerah
Melalui konektivitas yang kian terintegrasi—mulai dari jalur pegunungan, kawasan pesisir, hingga simpul bandara internasional—KAI Divre II Sumatera Barat optimis ekosistem transportasi publik dapat memberikan multiplier effect bagi kemajuan daerah. Kemudahan akses ini membuka peluang emas bagi pelaku UMKM di sekitar stasiun untuk berkembang bersamaan dengan naiknya arus kunjungan wisatawan
Ke depan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan inovasi yang berkelanjutan.
“Harapan kami, kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Ketika mobilitas semakin mudah dan akses wisata semakin terbuka, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelanggan, tetapi juga langsung berdampak pada perekonomian masyarakat daerah,” tutup Reza.
