JAKARTA, KITAPUNYA.ID— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh perusahaan kecantikan tanah air, ParagonCorp.
Melalui Purposeful Beauty Tech Company ini, inovasi desain kemasan ramah lingkungan berhasil menembus panggung global dengan menyabet penghargaan Silver Award di ajang Pentawards 2026 serta tampil memukau di Dutch Design Week 2026 di Eindhoven, Belanda.
Pentawards dikenal sebagai salah satu kompetisi desain kemasan paling bergengsi di dunia yang mengapresiasi karya-karya terbaik dari berbagai industri global. Pada tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 karya dari berbagai negara, di mana sekitar 400 karya berhasil keluar sebagai pemenang melalui proses penjurian ketat oleh lebih dari 50 praktisi desain internasional.
Inovasi Y.Lab: Terinspirasi Ekosistem Laut
Prestasi gemilang di Pentawards 2026 disumbangkan oleh Y.Lab, sebuah konsep desain kemasan parfum yang mengeksplorasi material ramah lingkungan. Penghargaan Silver Award ini diberikan atas pendekatan desain Y.Lab yang tidak hanya menitikberatkan pada estetika visual dan kenyamanan pengguna, tetapi juga memikirkan keberlanjutan material bagi manusia dan bumi setelah produk selesai digunakan.
Terinspirasi dari kekayaan ekosistem laut Indonesia, Y.Lab merancang setiap komponen kemasannya dengan memikirkan masa depan material tersebut. Tutup parfumnya dibuat berbasis kalsium karbonat yang bisa disusun menjadi struktur modular menyerupai terumbu karang—berpotensi dikembangkan sebagai media pendukung pertumbuhan karang di masa depan.
Sementara itu, kemasan luarnya menggunakan C-FOAM, material inovatif berbasis residu kopi dan bio-resin yang dirancang agar dapat dikomposkan kembali ke tanah.
Creative Experience Innovation Lead ParagonCorp, Aldin Meidani Algatia, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi dan kreativitas talenta dalam negeri.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi kolaborasi dan kreativitas talenta Indonesia. Bagi kami, desain bukan hanya tentang menciptakan produk yang baik, tetapi juga memikirkan apa yang terjadi setelah produk digunakan. Melalui karya ini, kami ingin mengajak lebih banyak inovator untuk mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan desain sejak awal," ujar Aldin.
Tampil di Dutch Design Week 2026
Tidak hanya berjaya di Pentawards, tiga karya inovatif ParagonCorp—yakni Y.Lab, SUKLA, dan Complexion—juga terpilih untuk dipamerkan di Dutch Design Week 2026 yang berlangsung pada 17–25 Oktober di Eindhoven, Belanda. Ajang internasional ini mempertemukan desainer, inovator, akademisi, dan pelaku industri kreatif global untuk berbagi gagasan.
Mengusung tema besar Reimagine The After, ketiga karya tersebut berangkat dari satu pertanyaan mendasar: apa yang dapat terjadi pada sebuah material setelah fungsi pertamanya selesai?
SUKLA: Menghadirkan konsep personal care yang terinspirasi dari kekayaan agrikultur Indonesia. Memanfaatkan hasil samping pertanian seperti ampas kopi, kulit jeruk, serat kelapa, kulit kakao, dan kulit pisang, SUKLA mengembangkan shampoo bar berbentuk bulir padi yang dipadukan dengan kemasan berbasis sekam padi yang dapat dikomposkan.
Complexion: Mengeksplorasi pemanfaatan limbah proses produksi kosmetik ParagonCorp. Bekerja sama dengan Bell Living Lab, limbah lumpur kosmetik diolah menjadi material komposit yang fungsional untuk pembuatan furnitur serta benda-benda interior.
Ketiga karya ini merupakan bentuk eksplorasi desain konseptual dan pengembangan prototipe, bukan produk komersial siap pasar. Melalui pencapaian ini, ParagonCorp terus membuktikan komitmennya dalam mengintegrasikan kreativitas, fungsi, dan kepedulian lingkungan, sekaligus memperkenalkan perspektif inovasi desain Indonesia ke kancah global.
