Berita Pilihan

Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang



PADANG, KITAPUNYA.ID- Berangkat dari keresahan akan kemungkinan hilangnya pengetahuan tentang warisan kuliner tradisional Minangkabau di tengah perubahan zaman, Nila Afrianti, S.Kom., menghadirkan buku Lamang Tapai dalam Perspektif Gastronomi dan Pelestarian Budaya Minangkabau. 

Buku ini menjadi upaya untuk mendokumentasikan kekayaan gastronomi Minangkabau sekaligus mengajak berbagai pihak mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan budaya bagi generasi mendatang.

Gagasan tersebut disampaikan Nila dalam kegiatan Diskusi Publik dan Launching Buku Lamang Tapai yang diselenggarakan pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai, di Kupi Batigo, Padang. Buku ini disusun berdasarkan riset lapangan di Padang Pariaman dan Pariaman dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Nila menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap warisan budaya yang berpotensi semakin jauh dari kehidupan generasi berikutnya apabila tidak didokumentasikan dan diwariskan secara berkelanjutan. Menurutnya, makanan tradisional bukan sekadar sesuatu yang dikonsumsi, melainkan juga menyimpan pengetahuan, nilai, pengalaman, tradisi, dan identitas masyarakat yang membentuknya.

Keresahan itu semakin menguat ketika hasil kajiannya menunjukkan bahwa pengetahuan Generasi Z mengenai gastronomi lamang tapai masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan produk kuliner, tetapi juga harus memastikan bahwa generasi muda memahami nilai dan cerita yang terkandung di dalamnya.

“Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pelestarian gastronomi tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku budaya, tetapi membutuhkan keterlibatan organisasi, komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat lintas generasi,” menjadi pesan penting y jgang disampaikan melalui gagasan buku tersebut kata Nila.

Nila berharap, buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi hasil penelitian, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan rujukan bagi mahasiswa maupun peneliti yang tertarik mengkaji gastronomi, kuliner tradisional, kearifan lokal, serta pelestarian budaya. Dengan demikian, pengetahuan yang dihimpun melalui penelitian lapangan dapat terus dikembangkan dan menjadi pijakan bagi penelitian-penelitian berikutnya.

Dalam diskusi tersebut, Ka’bati, S.Sos.I., M.Si., yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa setiap makanan memiliki cerita tersendiri. Di balik proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, hingga kebiasaan masyarakat dalam menyajikannya, terdapat kisah dan pengetahuan yang mencerminkan kehidupan budaya suatu masyarakat.

Menurut Ka’bati, buku Lamang Tapai dalam Perspektif Gastronomi dan Pelestarian Budaya Minangkabau dapat menjadi langkah awal untuk menggiatkan kembali pengetahuan gastronomi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa gastronomi Minangkabau bukan hanya milik kelompok atau individu tertentu, melainkan warisan bersama yang perlu dipahami, dirawat, dan diwariskan.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa upaya pelestarian kuliner tradisional perlu melampaui kegiatan memasak dan menikmati makanan. Masyarakat juga perlu mengenal sejarah, proses pengolahan, nilai sosial, tradisi, serta pengetahuan lokal yang menyertai keberadaan makanan tersebut.

Sementara itu, Nurdin Hamzah Hidayat, S.M., menyoroti pentingnya gerakan gastronomi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai gastronomi masih perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, gerakan pelestarian harus dikembangkan melalui berbagai ruang dan media agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Hamzah menilai bahwa karya buku dapat menjadi salah satu titik awal untuk memperluas gerakan tersebut. Ia berharap buku tentang lamang tapai ini tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi juga dapat dikembangkan ke dalam berbagai bentuk karya kreatif, seperti video dokumenter tentang proses pembuatan lamang tapai, puisi, novel, film, dan bentuk ekspresi seni lainnya.

Pengembangan lintas media tersebut dinilai dapat membuka cara baru untuk memperkenalkan gastronomi Minangkabau kepada generasi muda. Melalui dokumentasi visual, karya sastra, dan seni pertunjukan, pengetahuan tentang kuliner tradisional dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Peluncuran buku ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kerja bersama. Pelaku tradisi menyimpan pengetahuan dari pengalaman, peneliti mendokumentasikan dan mengkajinya, komunitas menghidupkan praktik budaya, pemerintah mendukung keberlanjutannya, sementara generasi muda menjadi bagian penting dalam proses pewarisan.

Pada akhirnya, lamang tapai tidak hanya berbicara tentang perpaduan lamang dan tapai sebagai kuliner tradisional Minangkabau. Di dalamnya terdapat pengetahuan, pengalaman, dan ingatan budaya yang perlu dijaga agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

Melalui buku ini, Nila Afrianti berharap dokumentasi dan penelitian tentang lamang tapai dapat menjadi salah satu langkah nyata untuk mendekatkan kembali generasi muda dengan warisan gastronomi daerahnya. Sebab, menjaga budaya bukan semata-mata tentang mengenang masa lalu, melainkan juga memastikan bahwa pengetahuan dan nilai yang diwariskan tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi mendatang.

Buku ini menjadi ajakan bagi semua pihak untuk mulai mengenal, memahami, mendokumentasikan, dan mewariskan gastronomi Minangkabau. Sebab, ketika sebuah makanan kehilangan cerita dan pengetahuan yang menyertainya, sebagian dari ingatan budaya masyarakat juga berisiko ikut menghilang.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
  • Berangkat dari Keresahan akan Hilangnya Warisan Budaya, Nila Afrianti Luncurkan Buku Lamang Tapai untuk Generasi Mendatang
Posting Komentar