Inisiatif strategis ini diresmikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan The Gade Integrated Farming yang dipusatkan di Kelompok Larvium BSF, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Kamis (29/10).
Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, menjelaskan bahwa program TGIF merupakan wujud nyata Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung perusahaan.
“Pembangunan ekonomi berkelanjutan harus berjalan selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, Pegadaian tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas teknis pertanian, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani dalam jangka panjang,” ujar Heru.
Dihadiri Tokoh Daerah dan Lintas Sektor
Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, baik dari tingkat daerah hingga pusat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala UPTD BP3 Ecko Sasri, S.Pt., Kepala UPTD Perlintan Zulkhairi Nasution, SP., Kepala Departemen Implementation & Development PT Pegadaian Merry Andriati Surya, serta Kepala Bagian Kemitraan Bina Lingkungan Kanwil II Pekanbaru Haris Jouhari Ritonga.
Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh unsur pemerintah setempat, di antaranya Camat Kuranji Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si., Lurah Kalumbuk Afriyeni Zulkifli, Babinsa Suhatman, Bhabinkamtibmas Dodi Indra, Ketua RW 04 Ilham Akerda Ediyyul, serta para ketua RT setempat. Tak ketinggalan, unsur organisasi seperti Ketua Umum FORSEPSI Mina Dewi, Ketua FORSEPSI Sumbar Refwildon, dan Ketua FORSEPSI Kota Padang Mahaza, SKM., MKM., turut hadir menyemarakkan kegiatan tersebut.
Pelatihan Komprehensif & Pembangunan Fasilitas Produksi
Melalui Divisi ESG, Pegadaian memperluas dampak sosial dan lingkungan ke 12 wilayah unit TGIF baru di Indonesia, termasuk di Kelurahan Kalumbuk, Padang.
Dalam pelaksanaannya, Pegadaian mengambil peran strategis mulai dari pembiayaan program, fasilitasi peningkatan kapasitas kelompok tani, hingga memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah.
Selama pelatihan, para petani mendapatkan pembekalan komprehensif meliputi:
Pengolahan pupuk organik & pembuatan kompos
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Literasi keuangan untuk membantu kelompok tani mengelola usaha secara profesional
Selain pelatihan, Pegadaian bersama FORTEGIF turut mendukung perencanaan demonstration plot (demplot) pertanian terpadu serta pembangunan shelter produksi pupuk organik. Fasilitas ini disiapkan agar kelompok tani dapat mengelola sumber daya lokal secara mandiri, produktif, dan ramah lingkungan.
Heru berharap Kelompok Larvium BSF beserta para penerima manfaat dapat mengoptimalkan potensi lokal ini menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Ke depannya, kelompok tani ini diproyeksikan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Padang.