PADANG, KITAPUNYA.ID – Fenomena udara kabur yang diduga dipicu kiriman kabut asap dari Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meluas di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca, hampir seluruh daerah di Sumbar berpotensi mengalami udara kabur sepanjang hari. Sementara itu, hujan ringan diperkirakan turun di sejumlah wilayah pada sore hingga malam hari.
Kondisi kabut asap tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengurangi jarak pandang. Selain berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan, situasi ini juga dapat mengganggu aktivitas transportasi, termasuk penerbangan dan perjalanan darat.
Kepulauan Mentawai menjadi satu-satunya wilayah di Sumbar yang diprakirakan mengalami cuaca berawan pada Jumat ini. Hujan ringan berpotensi turun di daerah tersebut pada siang hari. Adapun sebagian besar wilayah lainnya diperkirakan mengalami udara kabur hingga dini hari.
Sejumlah daerah yang berpeluang diguyur hujan ringan pada sore hingga malam meliputi Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Kota Bukittinggi, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Tanah Datar, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Sijunjung, Kota Padang, dan Pesisir Selatan.
Dari sisi suhu, wilayah Sumbar diperkirakan mengalami temperatur antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Kota Bukittinggi menjadi daerah dengan suhu terendah, yakni berkisar 18–25 derajat Celsius. Sementara itu, Pasaman Barat diprakirakan memiliki suhu tertinggi, mencapai 25–32 derajat Celsius.
Khusus Kota Padang, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 27–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 76 hingga 97 persen.
Sementara itu, kecepatan angin tertinggi diprakirakan mencapai 27 kilometer per jam di Kepulauan Mentawai. Di Kota Padang, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat, kecepatan angin diperkirakan mencapai 14 kilometer per jam.
Adapun kecepatan angin terendah diprakirakan terjadi di Kota Sawahlunto, yakni sekitar 6 kilometer per jam.(def*)
