PADANG, KITAPUNYA.ID— Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi pelatihan tersebut di Convention Hall Bukit Lampu, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini diikuti anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Padang Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mitigasi dan penanganan bencana sejak tingkat kelurahan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim, Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, serta Camat Padang Selatan Aidil Zulhani.
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Helmi Moesim atas dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, dukungan melalui Dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD turut membantu pelaksanaan pelatihan manajemen bencana tersebut.
Fadly mengatakan keberadaan KSB sangat penting karena Kota Padang menghadapi beragam potensi bencana. Kondisi geografis daerah tersebut membuat masyarakat perlu memiliki kesiapan menghadapi gempa bumi, cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor hingga angin puting beliung.
Ia menekankan pentingnya pemetaan personel, lokasi, serta langkah penanganan awal ketika bencana terjadi.
"Kita harus betul-betul meningkatkan kesiapsiagaan dan kesigapan dalam menghadapi bencana. Ini sejalan dengan program unggulan kita, yaitu Padang Sigap. Karena itu, amanah yang diberikan melalui pelatihan ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya," kata Fadly.
Sementara itu, Helmi Moesim menilai KSB memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam upaya pengurangan risiko dan penanganan bencana.
Menurutnya, pelatihan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas relawan sekaligus memperkuat koordinasi antara KSB dengan pemerintah daerah.
"Pemerintah kota memandang KSB sebagai mitra pemerintah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Karena itu, kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas, membangun koordinasi, serta memperkuat peran KSB di tengah masyarakat," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menjelaskan pelatihan tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori. Para peserta juga dipersiapkan agar mampu menjadi penggerak sekaligus memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Pelatihan berlangsung selama lima hari, hingga 25 September 2026. Sebanyak 60 anggota KSB mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipilih dari unsur yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi pengajar atau trainer dalam kegiatan penanggulangan bencana.
"Diharapkan para peserta nantinya mampu menjadi trainer dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana serta meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di kelurahan masing-masing," jelas Hendri.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, Pemko Padang berharap kapasitas KSB semakin kuat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat merespons berbagai kondisi kedaruratan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat.(def*)
