Berita Pilihan

Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan

Pemko Padang Kembali Terapkan Belajar Tatap Muka



PADANG, KITAPUNYA.ID – Sejumlah sekolah di Kota Padang membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul penurunan kualitas udara yang dipengaruhi asap dan abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Kendati kegiatan luar kelas dihentikan sementara, proses belajar mengajar (PBM) tetap berjalan seperti biasa. Aktivitas pembelajaran dipusatkan di dalam ruang kelas sebagai bentuk perlindungan terhadap warga sekolah, terutama dari potensi gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kebijakan tersebut diterapkan antara lain di SD Negeri 34 Simpang Haru dan SMP Negeri 30 Padang. Di kedua sekolah itu, siswa dan guru diminta mengenakan masker, khususnya saat harus berada di luar ruangan.

Kepala SD Negeri 34 Simpang Haru, Zulmarlaini, mengatakan kesadaran siswa menggunakan masker sejauh ini cukup baik. Sekolah juga rutin mengingatkan agar masker tetap dikenakan selama berada di lingkungan sekolah.

“Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker,” ujar Zulmarlaini.

Selain penggunaan masker, sekolah untuk sementara menghentikan berbagai kegiatan yang biasanya berlangsung di luar kelas. Beberapa di antaranya adalah olahraga, upacara, dan senam.

“Seluruh kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, dan senam ditiadakan sementara demi kesehatan anak-anak dari ancaman ISPA,” katanya.

Zulmarlaini menegaskan, penghentian kegiatan luar ruangan tidak berdampak pada pelaksanaan pendidikan. PBM tetap dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan kegiatan di dalam kelas.

Hal serupa juga dilakukan SMP Negeri 30 Padang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 30 Padang, Dian Putra, menyebut mayoritas siswa telah mengikuti arahan untuk mengenakan masker.

“ Tingkat kepatuhan siswa kami sudah mencapai sekitar 90 persen. Proses PBM tetap berjalan efektif di dalam kelas, hanya saja seluruh kegiatan lapangan ditiadakan. Fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dengan aman,” kata Dian.

Menurut Dian, penggunaan masker tidak menghambat kegiatan pembelajaran. Interaksi antara guru dan siswa tetap berlangsung dengan baik selama proses belajar di ruang kelas.

Ia menambahkan, pihak sekolah terus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memakai masker. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Duta Digital SMP Negeri 30 Padang, Ignacia Noyasiva, turut menyampaikan bahwa para siswa telah memahami alasan di balik kewajiban menggunakan masker. Menurutnya, siswa menyadari bahwa langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus melindungi warga sekolah lainnya.(def*)
Baca Juga
Berita Terbaru
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
  • Cegah ISPA, Sekolah Padang Batasi Kegiatan Lapangan
Posting Komentar