Berita Pilihan

14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wagub Vasko Ruseimy.



PADANG,KITAPUNYA.ID  — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperingati Hari Jadi ke-81 pada 1 Oktober 2026. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pemerintah daerah mencatat sejumlah kemajuan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas pembangunan manusia, hingga perbaikan tata kelola pemerintahan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan berbagai capaian tersebut harus menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diukur berdasarkan angka, tetapi juga harus berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” kata Mahyeldi di Padang, Kamis (1/10/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Sumbar pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Sementara itu, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 berada di angka 4,77 persen. Capaian triwulan II tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya tumbuh 3,70 persen.

Kemajuan juga terlihat dari indikator kesejahteraan masyarakat. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Sumbar tercatat sebanyak 311,14 ribu orang atau 5,27 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan September 2025.

Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun menjadi 5,51 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 3,06 juta orang, atau bertambah 85,75 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Dari aspek pembangunan manusia, IPM Sumbar pada 2025 mencapai 77,27. Angka tersebut meningkat dari 76,43 pada tahun sebelumnya. Peningkatan IPM mencerminkan adanya kemajuan dalam aspek kesehatan, pendidikan, serta standar kehidupan masyarakat.

Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan pembangunan di Sumbar harus tetap mempertimbangkan kondisi geografis daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir 2025 menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan bersamaan dengan peningkatan ketangguhan menghadapi bencana.

“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita perkuat,” ujarnya.

Pemerintah daerah memperkuat berbagai langkah mitigasi, di antaranya melalui penyempurnaan sistem penanggulangan bencana, penyusunan standar operasional prosedur pada sejumlah klaster kebencanaan, peningkatan koordinasi antarsektor, serta penggunaan teknologi untuk memantau proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Mahyeldi menilai ketangguhan daerah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemerintah menangani kondisi darurat dan melakukan evakuasi. Pemulihan kehidupan masyarakat, keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan daerah.

Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Pemprov Sumbar kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Dengan capaian tersebut, Sumbar telah memperoleh opini WTP selama 14 tahun berturut-turut.

Capaian itu dinilai menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Pengembangan ekonomi syariah juga terus menjadi perhatian. Dalam Anugerah Adinata Syariah 2026, Sumbar memperoleh sejumlah capaian tingkat nasional, di antaranya posisi kedua untuk kategori Rencana Aksi Daerah, peringkat kelima kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, serta peringkat keempat kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi.

Memasuki usia 81 tahun, Mahyeldi menyebut pembangunan Sumbar selanjutnya perlu semakin difokuskan pada sektor yang memiliki potensi menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor tersebut meliputi pertanian, UMKM, pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, hingga perdagangan.

“Memaknai nilai perjuangan masa lalu harus kita terjemahkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta percepatan transformasi digital,” tuturnya.

Mahyeldi turut menyampaikan penghargaan kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, para tokoh daerah, para pejuang masa lalu dan masa kini, serta generasi muda yang terus membawa nama Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Sumbar tidak berhenti sebagai kegiatan mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali hasil pembangunan sekaligus menyusun langkah yang lebih kuat untuk masa depan.

“Usia 81 tahun harus menjadi momentum untuk terus bergerak maju. Kita ingin ekonomi masyarakat semakin kuat, kualitas sumber daya manusia meningkat, pelayanan publik semakin baik, dan Sumbar semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.(def*)
Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
  • 14 Tahun Berturut-turut, Sumbar Raih Opini WTP
Posting Komentar