PADANG, KITAPUNYA.ID— Isu panas soal 80 calon jemaah umrah asal Sumatera Barat yang dikabarkan batal berangkat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akhirnya terang benderang. Manajemen PT Arabia Nusantama Raya (Arabia Tour and Travel) menegaskan, tidak ada satu pun jemaah yang terlantar atau gagal terbang.
Angka '80' yang mendadak viral di media massa ternyata adalah sisa kursi pesawat charter yang tak habis terjual, bukan calon jemaah yang dibatalkan keberangkatannya.
"Berita 80 jemaah gagal berangkat itu tidak benar dan tidak ada jemaahnya! Itu salah kaprah atas tiket yang tidak terjual," tegas Manager Marketing Arabia Tour and Travel, Hendri Sulaiman, dalam jumpa pers di Padang, Kamis (1/10/2026).
Hendri menjelaskan, dalam bisnis penerbangan charter, ketika ada kursi yang tidak terisi, kerugian finansial sepenuhnya ditanggung oleh penyerter pesawat. Tidak ada hak calon jemaah yang dirugikan apalagi ditelantarkan.
Visual Dicatut, Kantor Cabang hingga Jemaah Sempat Panik
Imbas dari simpang siurnya informasi—ditambah lagi penggunaan foto jajaran manajemen Arabia Tour tanpa konteks yang pas—gelombang kepanikan sempat melanda internal perusahaan. Mitra bisnis, jemaah, hingga kantor cabang di Jambi dan Muko-Muko langsung memberondong manajemen dengan pertanyaan.
"Kami sangat menyayangkan pencatutan foto dan giringan opini ini. Memicu kegaduhan bagi mitra dan keluarga jemaah, padahal tim kami di Arab Saudi sudah siap menyambut rombongan di Jeddah," tambah Hendri.
Sebagai travel berakreditasi A dari Kementerian Agama yang rutin memicu keberangkatan 5–8 kali sembilan rute Padang–Jeddah maupun transit Kuala Lumpur, Arabia Tour menegaskan tak pernah punya rekam jejak membatalkan atau menelantarkan jemaah.
Momen Sidak yang Membuktikan Kualitas: Malah Jadi Role Model
Di balik narasi negatif yang beredar, peristiwa di BIM pada Rabu (30/9/2026) justru menyimpan fakta menarik. Senior Manager Arabia Tour, Derry Alindra Dt. Patiah Marajo, mengungkapkan bahwa saat sidak berlangsung, pihaknya justru tengah melepas 44 jemaah resmi secara transparan
Bahkan, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, turun langsung memeriksa itinerary, pemesanan hotel, hingga asuransi rombongan Arabia Tour. Hasilnya? Seluruh dokumen dinyatakan lengkap 100% dan dijadikan role model (percontohan) tata kelola administrasi travel umrah di Sumbar.
"Saat ini seluruh 44 jemaah kami sudah mendarat dengan selamat dan sedang beribadah di Madinah dalam suasana penuh sukacita. Kelengkapan pulang hingga sertifikat umrah pun sudah beres," terang Derry.
Meluruskan Isu demi Nama Baik
Sidak gabungan Kemenhaj Sumbar, otoritas bandara, dan imigrasi memang mengidentifikasi adanya keterisian kursi yang meleset dari kapasitas 180 seat akibat dinamika travel. Kemenhaj sendiri berkomitmen mendalami kendala teknis dari pihak terkait.
Lewat klarifikasi terbuka ini, Arabia Tour berharap publik makin cerdas memilah informasi, sekaligus memulihkan kredibilitas travel yang sempat terdistorsi oleh isu tak berdasar.
