PASAMAN BARAT, KITAPUNYA.ID— Penyaluran bantuan pangan komoditas beras tahap kedua di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga daya beli sekaligus menjamin kecukupan pangan masyarakat penerima manfaat di kawasan tersebut.
Nevi menegaskan bahwa bantuan beras bukan sekadar angka dalam laporan program kerja pemerintah, melainkan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada kehidupan harian warga. Oleh sebab itu, pengawasan ketat harus dilakukan di setiap tahapan penyaluran.
Pengawasan Menyeluruh: Pengawalan ketat mencakup ketersediaan stok beras, akurasi data penerima, hingga teknis distribusi di lapangan.
Sinergi Lintas Sektor: Diperlukan kerja sama solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum BULOG, serta aparat kecamatan hingga nagari agar bantuan terdistribusi secara tertib.
Jaminan Kualitas dan Kuantitas: Mutu dan jumlah beras yang diterima masyarakat harus sesuai standar yang telah ditetapkan tanpa ada pengurangan.
Validasi Data Berkelanjutan: Pembaruan data penerima menjadi fokus utama Komisi IV DPR RI guna mencegah adanya warga kurang mampu yang terlewat akibat masalah administratif.
Legislator dari daerah pemilihan Sumatera Barat II ini mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan program pangan tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan oleh warga.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat menjalankan seluruh proses penyaluran secara transparan, tepat waktu, tepat kualitas, dan terpenting, tepat sasaran.
