Konektivitas Tanpa Batas: Meutya Hafid Pastikan 6.747 BTS Wilayah 3T Beroperasi Optimal di 2026

 

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa serapan anggaran ini mencerminkan upaya negara menghadirkan layanan digital secara lebih merata, termasuk di tengah proses transisi organisasi kementerian. Foto: Humas Kemkomdigi

JAKARTA, KITAPUNYA.ID– Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuktikan komitmennya dalam memeratakan akses informasi di seluruh pelosok negeri. 

Hingga penutupan tahun anggaran 2025, Kemkomdigi mencatatkan realisasi belanja sebesar Rp10,58 triliun atau 94,9 persen dari pagu anggaran Rp11,4 triliun. Capaian ini diklaim bukan sekadar angka administratif, melainkan manifestasi nyata kehadiran negara di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa anggaran tersebut telah dikonversi menjadi infrastruktur digital yang kini dinikmati langsung oleh masyarakat.

Digitalisasi yang Inklusif

Populasi Keberhasilan serapan anggaran ini berdampak signifikan pada perluasan konektivitas nasional. Meutya memaparkan bahwa hingga akhir 2025, layanan 4G telah menjangkau hampir seluruh populasi penduduk Indonesia.

“Serapan anggaran ini adalah upaya memastikan transformasi digital dirasakan semua orang. Saat ini, layanan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi. Ini langkah krusial agar tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam ekosistem digital,” tegas Meutya Hafid.

Konektivitas ini ditopang oleh operasional 6.747 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah 3T, di mana sebanyak 3.262 BTS difokuskan untuk melayani masyarakat di Papua. Selain itu, jaringan fiber optik nasional kini telah menjangkau 5.253 kecamatan, memperkuat tulang punggung ekonomi digital di daerah.

Kontribusi PNBP Melampaui Target Selain sukses dalam penyerapan anggaran, Kemkomdigi juga mencatatkan prestasi dalam sisi penerimaan negara. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan mencapai Rp29,3 triliun, atau melonjak 116,04 persen dari target awal sebesar Rp25,2 triliun.

Optimalisasi PNBP ini diraih melalui pengelolaan sektor komunikasi dan digital yang efisien tanpa membebani masyarakat dengan biaya layanan tambahan. "Penerimaan ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program prioritas di masa depan," tambah Meutya.

Visi 2026: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga Memasuki tahun 2026, Kemkomdigi mengusung semangat untuk terus memperkuat keamanan dan kedaulatan ruang digital nasional. Fokus utama tetap pada pembangunan infrastruktur yang akuntabel dan berdampak nyata.

“Tantangan ke depan bukan hanya soal koneksi, tapi memastikan teknologi tetap berpihak pada manusia. Kami optimis digitalisasi akan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Meutya.



0 Comments