Berita Pilihan

Balai KSDA Sumatera Barat mendapatkan kabar duka kematian Harimau Sumatera “Puti Maua Agam”  di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).  Sumatera “Puti Maua Agam itu  sejak 11 Januari 2011 menjalani rehabilitasi di PR-HSD setelah sebelumnya dilakukan upaya penyelamatan dengan kandang jebak di Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan  Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.

Selama menjalani rehabilitasi, PR-HSD secara rutin melaporkan perkembangan pemeliharaan dan perawatan “Puti Maua Agam” ke Balai KSDA Sumatera Barat.  Laporan kondisi kesehatan  “Puti Maua Agam” sampai  13 April 2022 menyatakan “Puti Maua Agam” dalam kondisi sehat dan siap untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya. 

Hal tersebut ditindaklanjuti oleh Balai KSDA Sumatera Barat dengan menyiapkan skenario pelepasliaran dengan melakukan kegiatan studi analisis kesesuaian habitat Harimau Sumatera di Sumbar.

Namun demikian seiring dengan persiapan lokasi lepasliar, Harimau Sumatera “Puti Maua Agam” terpantau mengalami penurunan status kesehatan dari 18 – 27 Mei 2022  dengan gejala penurunan nafsu makan dan minum, feses lembek berwarna putih kapur serta terdapat luka di punggung yang sudah mengarah ke miasis.  

Tim Medis PR-HSD telah melakukan penanganan medis dengan pemberian vitamin dan obat-obatan, baik secara injeksi maupun oral.  Kondisi Harimau Sumatera “Puti Maua Agam “ sempat membaik dengan ditandai nafsu makan dan minum mulai normal, luka miasis membaik 70% serta perilaku kembali agresif dan responsive.

Segala sumber daya Tim Medis PR-HSD telah dimaksimalkan untuk menanganai Kesehatan “Puti Maua Agam”, namun Pada tanggal 8 Juni 2022 sekitar pagi pukul 05.00 WIB, Tim Medis menemukan Harimau Sumatera “Puti Maua Agam” tidak terselamatkan di kandang perawatan PR-HSD.

Selanjutnya Tim Medis PR-HSD melakukan nekropsi terhadap bangkai Puti Maua Agam dengan disaksikan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah III  Balai KSDA Sumatera Barat.   Dalam nekropsi tersebut diambil beberapa sampel bagian-bagian tubuh “Puti Maua Agam” yang selanjutnya dikirim ke Laboratorium Patologi Pusat Studi Satwa Primata (PSSP-IPB) dengan dilampirkan diagnosa pembanding (diferensial diagnosa) guna meneguhkan penyebab kematian “Puti Maua Agam”. 

 Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bali KSDA Sumatara Ardi Andono menyampaikan duka yang mendalam atas kematian Puti Maua. Apa yang terjadi pada Puti Maua Agam , merupakan tragedi bagi satwa dilindungi di Indonesia dan juga menyisakan duka mendalam bagi seluruh tim medis PR-HSD, Balai KSDA Sumatera Barat terutama bagi masyarakat Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan.  Ardi Andono berharap kematian Puti Maua semoga bisa menjadi momentum penting bagi dunia konservasi satwa liar untuk lebih peduli terhadap kelestarian satwa-satwa liar khususnya Harimau Sumatera.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
Posting Komentar