Berita Pilihan

BMKG Teluk Bayur Gelar SLCN 2025, 70 Nelayan Sumbar Dilatih 



Padang, Singgalang

Sebanyak 70 peserta dari kalangan nelayan, penyuluh perikanan, hingga berbagai stakeholder maritim di Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Sumbar Tahun 2025. Program yang diselenggarakan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur ini bertujuan membekali para pelaut dengan kemampuan membaca dan memanfaatkan informasi cuaca maritim secara mandiri, demi keselamatan dan peningkatan kesejahteraan.

Acara pembukaan SLCN yang bertemakan "Dengan SLCN, Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera" ini berlangsung meriah di Aula Gedung Bagindo Aziz Chan, Komplek Balai Kota Padang, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, DR. Hendro Nugroho, ST, M.Si,menyampaikan bahwa SLCN bukan sekadar pelatihan teori, melainkan program praktis yang berorientasi pada pemberdayaan nelayan. 

"SLCN ini adalah upaya kami untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengakses Informasi cuaca dan iklim maritim. Kami ingin nelayan tidak hanya mengetahui, tetapi juga terampil menggunakan data BMKG untuk mengambil keputusan saat melaut," ujar Hendro Nugroho, Kamis (16/10).

Disebutkan peserta, SLCN tahun ini sebanyak 70 orang dari kalangan nelayan, penyuluh perikanan, hingga berbagai stakeholder maritim di Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Sumbar Tahun 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan SLCN tahun 2025,  diikuti unsur penting dalam sektor kelautan dan perikanan, meliputi Masyarakat Nelayan, Penyuluh Perikanan, dan perwakilan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Prov. Sumbar.

Selain itu, kegiatan yang didasarkan pada Anggaran DIPA Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Tahun Anggaran 2025 ini juga melibatkan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur, KKSOP Kelas II Teluk Bayur, BPBD Sumbar, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Padang, Satuan Patroli Lantamal II Teluk Bayur, dan Pelabuhan Perikanan Samudera Baungus.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penyampaian informasi Meteorologi Maritim dari BMKG di daerah kepada Nelayan Perikanan Tangkap dan Budidaya serta stakeholder lainnya. Dengan pengetahuan cuaca yang memadai, kita berharap para nelayan dapat terhindar dari bahaya musim badai dan mewujudkan nelayan yang Hebat, Selamat, dan Sejahtera," ujarnya.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang dan sinergi antarinstansi menjadi kunci sukses terlaksananya SLCN, yang secara umum juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman informasi cuaca dan iklim bagi seluruh pemangku kepentingan pelayaran di jajaran pemerintah daerah.

Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, diwakili Tenaga Ahli Komisi V DPR RI dapil Sumbar, Bapak Delvi, S.Sos, MM, menyampaikan terima kasih kepada BMKG Maritim Teluk Bayur yang telah melaksanakan SLCN.

"Kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi para nelayan, baik untuk mengetahui bagaimana perkiraan cuaca sebelum melaut maupun untuk menentukan titik penangkapan ikan. Termasuk juga untuk meningkatkan keselamatan nelayan yang pergi melaut," terangnya. 

Apresiasi pada BMKG juga disampaikan Walikota Padang, Fadly Amran, Asisten II Setda Kota Padang,  Dr. Didi Ariadi,M Si. Dia berharap peserta SLCN dapat menularkan ilmu yang mereka dapat pada nelayan yang belum mengikuti program yang mengusung mengusung tema "Dengan SLCN, Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera".

 


Baca Juga
Berita Terbaru
Posting Komentar