Bangkit dari Keterpurukan, Kisah Sukses Nagari Tabek Berkat Sentuhan Astra
SOLOK-Rumah pohon itu menjulang ke langit. Tinggi. Setinggi mimpi anak-anak Kampung Talang Babungo untuk keluar dari garis kemiskinan yang membelenggu sejak alam takambang (sejak dunia ini ada-red). Di rumah pohon warga Jorong Tabek, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa belajar, membaca, berdiskusi dan berkreasi guna mewujudkan mimpi jadi kenyataan.
Di rumah pohon itu terdapat banyak buku-buku. Baik fiksi maupun non fiksi. Karena itu pula rumah pohon dengan ketinggian empat meter tersebut dijadikan perpustakaan atau disebut Rumah Pintar.
Minggu, 3 Agustus 2025 rumah pohon itu sangat ramai. Riuh oleh anak-anak yang membaca dongeng. Mereka didampingi mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Andalas Padang. Ada enam mahasiswa.
"Adik-adik di Jorong Tabek ini sangat semangat belajar, membaca, mendongeng dan kami mengarahkannya. Ada juga yang suka menari juga diajarkan mahasiswi KKN Tematik Literasi Unand, kata Heru salah seorang mahasiswa Unand saat kunjungan para jurnalis dan blogger yang datang ke Jorong Tabek, sebagai peserta Anugrah Pewarta Astra 2025.
Disebutkan Heru, di Jorong Tabek, dia dan teman-temannya melakukan pendataan, pengelolaan, dan pelayanan perpustakaan, membaca nyaring, kegiatan ‘cerdas mengulas buku’, menulis cerita, hingga membuat proyek kreatif berbasis isi buku bacaan.
Mahasiswa KKK Tematik Literasi Unand itu mengabdikan diri selama 40 di nagari yang berjarak sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Padang, ibu kota provinsi Sumbar.
Perjalanan Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo keluar dari miskin menjadi nagari maju dan berseri ada karena sosok putra daerah. Dialah Kasri 50 tahun, yang kembali ke kampung usai merantau di negeri Jiran beberapa tahun silam.
"Dulu kampung kami ini tidak seperti yang bapak ibuk lihat sekarang. Kampung kami paling miskin dari 74 nagari di Kabupaten Solok. Tapi kini kampung kami bersinar, MIS ini sudah megah karena Astra. Astra hadir saat kami terluka, kata Kasri yang kini menjadi Ketua KBA Talang Babungo saat menyambut kedatangan jurnalis dan blogger yang jumlahnya sekitar 50 orang, Minggu 3 Juni 2025, di i Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin,
Diceritakannya, MIS tersebut dulunya didirikan kakaknya Ainismar. Karena keterbatasan sang kakak pun memintanya untuk pulang. Melanjutkan mimpi agar sekolah itu tetap berlanjut. Perlahan namun pasti mimpi itu terwujud. Mimpi itu kian nyata ketika PT. Astra Internasional TBK, masuk dan melihat langsung rupa wajah Jorong Tabek dengan semangat gontong royong masyarakatnya.
"Dulu sekolah ini adalah kandang kuda. Sebuah media pernah meliputnya. Buruknya fasilitas membuat anak-anak tidak betah dan kami sering berpindah tempat untuk belajar. Di saat kami lelah dan terluka, tidak tahu kemana mengadu. Astra datang membantu," terang Kasri,
Hinga kini Kasri, aktif di MIS. Dia tak berhenti berinovasi. Namun terus bergerak untuk kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Dia mengajak masyarakat bergotong royong bersih-bersih kampung, menanam aneka tumbuhan bermanfaat dan lainnya. Meski demikian tak semua orang mendukung apa yang dilakukan Kasri. Banyak tantangan dan cemoohan, namun pria berbadan subur itu terus berjalan hingga akhirnya cemoohan orang berbuah pujian dan mendapat tempat istimewa dari PT. Astra Internasional TBk.
Saat ini terlibat 600 relawan aktif di KBA. Program KBA tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mengubah wajah Tabek menjadi kampung seribu bunga. Jalan-jalan di kampung itu juga berwarna hingga membuat kampung jadi berseri.
"Di kampung kami ini dulu sulit untuk melanjutkan pendidikan anak-anakanya hingga sarjana. Itu karena sulitnya hidup. Meski demikian kami terus berjalan walau tertatih. Di saat itulah Astra kembali hadir memberi harapan. Sampai akhirnya saya tanyakan soal beasiswa bagi anak-anak kami yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," sambung Kasri berkisah.
Gayung bersambut, berkat semangat dan tinggi mimpi anak-anak Jorong Tabek, PT. Astra Internasional memberikan peluang. Anak-anak jorong yang berpenduduk sekitar 2000 jiwa itu tak hanya kuliah di dalam negeri tapi juga luar negeri.
Salah satunya adala Rendy, ....
Rasa syukur juga disampaikan orangtua Rendy, yang tak pernah membayangkan anaknya bisa menuntut ilmu hingga ke Madinah.
"Sungguh saya awalnya tak percaya. Anak saya yang dari kampung ini bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Semua berkat kegigihan dan dukungan banyak pihak. Salah satunya Pt. Astra Internasional TBk," terang...
Dari Luka Menuju Cahaya, Jorong Tabek Mendunia Berkat Sentuhan Astra
Kasri Satra juga menerima penghargaan sebagai pegiat kampung iklim (Proklim) tingkat nasional dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, Tabek berhasil meraih gelar gapura terheboh nasional 2019.
=======================
orang kampungnya miskin
Mimpi besarTalang Babungo kampung yang dulunya miskin kini berseri karena progam Kampung Berseri Astra.
Rumah pohon itu Sabtu siang ramai dikunjungi anak-anak usia sekolah dasar dan Taman Kanak-kanak. Di antara mereka terlihat mahasiswa KKN yang mendampingi anak2 Kampung Talang Babungo. Mereka membaca aneka buku yang tersedia di rumah pintar tersebut.
Di sana tergantung banyak mimpi anak anak Talang Babungo. Ketika tiba masanya mimpi itu ada dalam genggaman.
Nagari Talang Babungo terletak di... Mdpl permukaan laut. Sebuah nagari termiskin di Kecamatan. Jauh sebelum menjadi Kampung Berseri Astra daerah tersebut tak pernah .. hingga muncul ide cemerlang dari sosok Kasri, yang menjadikan kampung pengahsil gula aren, kopi dan... Itu menjadi dikenal dan didatangi banyak orang.
bermula munculnya sebuah mutiara terpendam di nagari terpendam berjarak puluhan km dari jantung ibu kota provinsi Sumbar.
Bank sampah,
Kolam ikan di Tabek berbeda. Menjadi twmpatbinspirasi masyarakat, tempat musyawarah.
Konsep memberi itu menerima. Ketika kita sumbangkan sesuatu u kemjuan kampung akan dibayar mahal Yang Kuasa.
Rumah pintar itu tempat kami
Satu2 nya sekolah kandang kuda. Tempat yg tidak layak. Seringvdiusi karena tampetbyg kami pakai sering diusir
Kami rapuh
Bagaimana peran Astra.
Dalam fasilitasi KBA
Astra memang tidak berikan dana besar. Semua mimpi kami memang datannya tidak dr Astra semua. Tapi Hebatnya Astra datang dinwaktu yg tepat. Ketika kami terluka.
Ketika kami letih, Astra Datang. Mereka berkata. Apalagi yang bisa kami bantu.
Lalu saya sampaikan, kalau anak anak di daerah kami perlu beasiswa. Anak2 kami ingin sekolah kuliah tapi tak punya biaya.
Lalu Astra datang u membantu dengan memberikan beasiswa. Anak anak dibtabek kami hipnotis terus. Kalian suatu hari nanti harus menjadi orang orang besar. Mengabdi u masyarakat.
Anak anak Tabek Tidka hanya dapat beasiswa di indonesia tapi juga keluarga negeri. Seperti ke Madinah
Dari inspirasi bersama termasuk Astra di dalamnya . Begitu juga dalam pengelolaan lingkungan kesehatan, dari sisi sisi yang tidak mampu kami tatih.
Astra mampu
Dari mana sosis lemah
Sisi kegelap kita tidak mampu di sana lah Astra datang syaratnya kita terus berjalan meski terluka.
Astra ingin kamingerus berjalan meski tertatih ketika saat kaminlemah mereka datang membantu kami.
Dr Astra
Awalnya kami buat kba kaminbantu kampung haidlnya ada 1500 KBA dan desa sejah
34 provinsi satu di Sumbar.
Kami mencari beberapa seleksi
Aktif dulu baru dipandang
Kami fokus membina yang sudah ada. Kami biasanya tunas lalu dibina selama 5 tahun ke depan.
Mangot ternak ayam dan ikan. Bank sampah telah berdiri kokoh dan masyarakat sudah mulai pahami kampung ini harus berseri Tidka banyak sampah. Karena berseri itu indah.
Kolam ikan menjadi twmpatbinspirasi mancing, datangkan tamu
Kami ingin beasiswa. Anak2 kami
Kisah inspiratif ini bermula dari seorang putra daerah, Kasri, yang bertekad mengubah nasib kampungnya.
"Dulu, kampung kami ini paling miskin. Tapi kini kami bersinar karena Astra," ujar Kasri (50), Ketua Kampung Berseri Astra (KBA) Talang Babungo. Ia menyambut puluhan jurnalis dan blogger pada Minggu, 3 Juni 2025. "Astra hadir saat kami terluka, saat kami letih," tambahnya, mengenang masa-masa sulit.
Nagari Tabek, yang berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa, dulunya adalah nagari tertinggal di Kabupaten Solok. Namun, segalanya berubah setelah tragedi kebakaran hebat pada tahun 2015 yang melahap 27 rumah. Di tengah keputusasaan, PT Astra Internasional Tbk datang bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga melihat potensi tersembunyi di nagari itu.
Astra kemudian memilih Tabek sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) dan menunjuk Kasri sebagai ketuanya. Awalnya, banyak warga yang menolak, namun kini lebih dari 600 relawan aktif terlibat. Program KBA tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mengubah wajah Tabek menjadi "kampung seribu bunga" dengan jalanan bersih dan penuh warna.
Selain keindahan fisik, Astra juga memberikan dukungan vital. "Astra memang tidak memberikan dana besar, tapi mereka datang di waktu yang tepat," kata Kasri. Ia mencontohkan, ketika ia menyampaikan kebutuhan beasiswa untuk anak-anak kampung, Astra langsung merespons. Kini, anak-anak Tabek tidak hanya mendapat beasiswa di Indonesia, tetapi beberapa bahkan berhasil menempuh pendidikan di luar negeri, seperti di Madinah.
Kini, Nagari Tabek telah menjelma menjadi nagari maju. Berbagai inovasi telah lahir, mulai dari Rumah Pintar sebagai pusat edukasi, bank sampah, hingga kolam ikan yang berfungsi sebagai tempat musyawarah. Keberhasilan ini bahkan mengantarkan Kasri meraih penghargaan pegiat kampung iklim (Proklim) tingkat nasional dan menjadikan Tabek peraih gelar gapura terheboh nasional 2019.
"Astra datang di saat kami lemah, di sisi-sisi yang tidak mampu kami raih," tutup Kasri. "Mereka ingin kami terus berjalan, meski tertatih. Dan kini, mimpi itu tak lagi sekadar angan, melainkan kenyataan yang bisa digenggam."
=========================
SOLOK-Rumah pohon itu menjulang ke langit. Tinggi. Setinggi mimpi anak-anak Kampung Talang Babungo untuk keluar dari garis kemiskinan yang membelenggu sejak alam takambang (sejak dunia ini ada-red). Di rumah pohon warga Jorong Tabek, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa belajar, membaca, berdiskusi dan berkreasi guna mewujudkan mimpi jadi kenyataan.
Minggu, 3 Agustus 2025 rumah pohon itu sangat ramai. Riuh oleh anak-anak yang membaca dongeng. Mereka mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Andalas Padang. Ada enam mahasiswa.
"Adik-adik di Jorng Tabek ini sangat semangat belajar, membaca, mendongeng dan kami mengarahkannya. Ada juga yang suka menari juga diajarkan mahasiswi KKN Tematik Literasi Unand, kata Heru salah seorang mahasiswa Unand saat kunjungan para jurnalis dan blogger yang datang ke Jorong Tabek.
KKN Tematik Literasi Unand 2025: Mahasiswa dan Masyarakat Bersinergi Bangun Budaya Baca di Jorong Tabek JORONG TABEK, HILIRAN GUMANTI –Enam mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dari tiga fakultas berbeda—FMIPA, FATERNA, dan FEB yang melaksanakan program KKN Tematik Literasi 2025 di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kampus Berdampak yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di berbagai daerah, termasuk melalui perguruan tinggi. Selama 40 hari sejak 7 Juli 2025, para mahasiswa mengabdikan diri di Perpustakaan Nagari Talang Babungo, Rumah Pintar Jorong Tabek, dan MIS Mualimin Tabek. Mereka menjalankan berbagai program literasi yang melibatkan masyarakat, guru, perangkat nagari, dan anak-anak sekolah dasar setempat. “Program kerja kami mencakup pendataan, pengelolaan, dan pelayanan perpustakaan, membaca nyaring, kegiatan ‘cerdas mengulas buku’, menulis cerita, hingga membuat proyek kreatif berbasis isi buku bacaan,” ujar Nabila Fernanda Aurellia (FMIPA). Dalam pengelolaan perpustakaan, mahasiswa melakukan katalogisasi koleksi, pemberian nomor panggil, pemasangan kantong buku, hingga input data buku ke dalam aplikasi perpustakaan digital INLISLite. Langkah ini diambil untuk menjadikan pengelolaan buku lebih rapi dan sistematis. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan kunjungan literasi ke sekolah-sekolah, mengajak siswa membaca, berdiskusi, serta menceritakan ulang isi buku dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. “Antusias anak-anak sangat tinggi. Setiap harinya Rumah Pintar bisa dikunjungi lebih dari 40 hingga 50 siswa SD. Mereka tidak hanya membaca, tapi juga berani menyampaikan isi cerita dengan versi terbaik mereka,” tambah Nabila. Untuk meningkatkan semangat, anak-anak yang aktif diberi apresiasi berupa susu dan roti yang terbukti menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus datang dan belajar. Program ini turut melibatkan dukungan kuat dari wali nagari, jorong, guru, dan pustakawan, yang secara aktif membantu kelancaran kegiatan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program. “Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berdampak luas. Guru-guru di MIS Tabek juga sangat mendorong anak-anak agar aktif datang ke Rumah Pintar,” ujar Heru Affandi (FATERNA), ketua tim KKN. “Kami sebagai mahasiswa sangat terbantu oleh keterbukaan pihak masyarakat Jorong Tabek. Mereka menyediakan fasilitas dan waktu untuk kami bergerak di lapangan,” ungkap Abdullah Khadafi (FATERNA). “Harapannya, meskipun program ini hanya berlangsung 40 hari, namun semangat membaca dan literasi tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Nurul Syakinah (FMIPA) “Kami melihat literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan kreatif sejak usia dini. Lewat program ini, anak-anak diajak mengenal banyak hal lewat bacaan,” ujur Nita Fadilla (FEB) “Setiap interaksi dengan anak-anak menjadi pengalaman yang bermakna. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan kami mencoba menumbuhkannya melalui buku serta aktivitas yang menyenangkan,” ujar Tazkiyah Nur Azizah (FEB)
Perjalanan Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo keluar dari miskin menjadi nagari maju dan berseri ada karena sosok putra daerah. Dialah Kasri 50 tahun, yang kembali ke kampung usai merantau di negeri Jiran beberapa tahun silam.
"Dulu kampung kami ini tidak seperti yang bapak ibuk lihat sekarang. Kampung kami paling miskin dari 74 nagari di Kabupaten Solok. Tapi kini kampung kami bersinar, MIS ini sudah megah karena Astra. Astra hadir saat kami terluka, kata Kasri yang kini menjadi Ketua KBA Talang Babungo saat menyambut kedatangan jurnalis dan blogger yang jumlahnya sekitar 50 orang, Minggu 3 Juni 2025, di i Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin,
Diceritakannya, MIS tersebut dulunya didirikan kakaknya Ainismar. Karena keterbatas sang kakak pun memintanya untuk pulang. Melanjutkan mimpi agar sekolah itu tetap berlanjut. Mimpi itu terwujud berkat PT. Astra TBK.
"Dulu sekolah ini adalah kandang kuda. Sebuah media pernah meliputnya. Buruknya fasilitas membuat anak-anak tidak betah dan kami sering berpindah tempat untuk belajar. Di saat kami lelah dan terluka, tidak tahu kemana mengadu. Astra datang membantu," terang Kasri,
Hinga kini Kasri, aktif di MIS. Dia tak berhenti berinovasi. Namun terus bergerak untuk kegiatan yang bermafaat untuk masyarakat. Dia mengajak masyarakat bergotong royong bersih-bersih kampung, menanam aneka tumbuhan bermanfaat dan lainnya. Meski demikian tak semua orang mendukung apa yang dilakukan Kasri. Banyak tantangan dan cemoohan, namun pria berbadan subur itu terus berjalan hingga akhirnya cemoohan orang berbuah pujian dan mendapat tempat istimewa dari PT. Astra TBk.
Saat ini terlibat 600 relawan aktif di KBA. Program KBA tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mengubah wajah Tabek menjadi kampung seribu bunga dengan jalanan berwarna semen lebar 2,5 meter yang dikelilingi beragam jenis bunga.
Tak hanya itu di Jorong Tabek terdapat sebuah rumah pintar. Rumah itu tempat anak-anak belajar membaca bercerita. Rumah pintar itu juga tempat warga berdiskusi tentang ada saja. Pastinya untuk kebaikan kampung mereka agar tetap berseri dan tidak terus bergantung pada Astra.
erletak di ujung selatan Kabupaten Solok, memerlukan waktu 1 hingga 2 jam perjalanan dari pusat kota kabupaten dan sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Padang.
Kasri mengisahkan perjalanan kampung berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa ini, yang dulunya tertinggal dan terabaikan. Kekinian, selain punya "Rumah Pintar", KBA Tabek juga membantu peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dulunya, Nagari Talang Babungo termasuk tertinggal dari 74 Nagari di Kabupaten Solok," ungkap Kasri, beberapa waktu lalu.
Inovasi dan Keberlanjutan
Tabek juga dilengkapi dengan halte dari bahan bambu yang digunakan sebagai tempat bersantai dan berdiskusi. “Satu halte menghabiskan biaya sampai Rp 3 juta dan kini tak ada lagi rasa malu di antara warga untuk menjaga kebersihan di sini," katanya.
Salah satu sudut jalan di KBA Talang Babungo, Kabupaten Solok. [Dok.Istimewa]
Salah satu sudut jalan di KBA Talang Babungo, Kabupaten Solok. [Dok.Istimewa]
Kasri Satra juga menerima penghargaan sebagai pegiat kampung iklim (Proklim) tingkat nasional dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, Tabek berhasil meraih gelar gapura terheboh nasional 2019.
Saat ini, KBA Tabek memiliki Rumah Pintar, sebuah pusat edukasi dan budaya bagi masyarakat, yang menjelma menjadi wadah ekspresi generasi muda.
=======================
orang kampungnya miskin
Mimpi besarTalang Babungo kampung yang dulunya miskin kini berseri karena progam Kampung Berseri Astra.
Rumah pohon itu Sabtu siang ramai dikunjungi anak-anak usia sekolah dasar dan Taman Kanak-kanak. Di antara mereka terlihat mahasiswa KKN yang mendampingi anak2 Kampung Talang Babungo. Mereka membaca aneka buku yang tersedia di rumah pintar tersebut.
Di sana tergantung banyak mimpi anak anak Talang Babungo. Ketika tiba masanya mimpi itu ada dalam genggaman.
Nagari Talang Babungo terletak di... Mdpl permukaan laut. Sebuah nagari termiskin di Kecamatan. Jauh sebelum menjadi Kampung Berseri Astra daerah tersebut tak pernah .. hingga muncul ide cemerlang dari sosok Kasri, yang menjadikan kampung pengahsil gula aren, kopi dan... Itu menjadi dikenal dan didatangi banyak orang.
bermula munculnya sebuah mutiara terpendam di nagari terpendam berjarak puluhan km dari jantung ibu kota provinsi Sumbar.
Bank sampah,
Kolam ikan di Tabek berbeda. Menjadi twmpatbinspirasi masyarakat, tempat musyawarah.
Konsep memberi itu menerima. Ketika kita sumbangkan sesuatu u kemjuan kampung akan dibayar mahal Yang Kuasa.
Rumah pintar itu tempat kami
Satu2 nya sekolah kandang kuda. Tempat yg tidak layak. Seringvdiusi karena tampetbyg kami pakai sering diusir
Kami rapuh
Bagaimana peran Astra.
Dalam fasilitasi KBA
Astra memang tidak berikan dana besar. Semua mimpi kami memang datannya tidak dr Astra semua. Tapi Hebatnya Astra datang dinwaktu yg tepat. Ketika kami terluka.
Ketika kami letih, Astra Datang. Mereka berkata. Apalagi yang bisa kami bantu.
Lalu saya sampaikan, kalau anak anak di daerah kami perlu beasiswa. Anak2 kami ingin sekolah kuliah tapi tak punya biaya.
Lalu Astra datang u membantu dengan memberikan beasiswa. Anak anak dibtabek kami hipnotis terus. Kalian suatu hari nanti harus menjadi orang orang besar. Mengabdi u masyarakat.
Anak anak Tabek Tidka hanya dapat beasiswa di indonesia tapi juga keluarga negeri. Seperti ke Madinah
Dari inspirasi bersama termasuk Astra di dalamnya . Begitu juga dalam pengelolaan lingkungan kesehatan, dari sisi sisi yang tidak mampu kami tatih.
Astra mampu
Dari mana sosis lemah
Sisi kegelap kita tidak mampu di sana lah Astra datang syaratnya kita terus berjalan meski terluka.
Astra ingin kamingerus berjalan meski tertatih ketika saat kaminlemah mereka datang membantu kami.
Dr Astra
Awalnya kami buat kba kaminbantu kampung haidlnya ada 1500 KBA dan desa sejah
34 provinsi satu di Sumbar.
Kami mencari beberapa seleksi
Aktif dulu baru dipandang
Kami fokus membina yang sudah ada. Kami biasanya tunas lalu dibina selama 5 tahun ke depan.
Mangot ternak ayam dan ikan. Bank sampah telah berdiri kokoh dan masyarakat sudah mulai pahami kampung ini harus berseri Tidka banyak sampah. Karena berseri itu indah.
Kolam ikan menjadi twmpatbinspirasi mancing, datangkan tamu
Kami ingin beasiswa. Anak2 kami