Edukasi Penguatan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumbar Gencar Edukasi Masyarakat

 

Para narasumber. dok kitapunya

PASAMAN BARAT - Guna menekan kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terus meningkat, Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat secara gencar memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat.

Pada Selasa, tim yang dipimpin oleh Hj. Dra. Daslinur mengadakan dialog interaktif di Pasaman Barat. Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat serta warga sekitar, dan fokus utamanya adalah penguatan ketahanan keluarga.

"Hari ini (Selasa-5 Asgustus) kami berada di Pasaman Barat untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi. Ini adalah kegiatan dialog interaktif perdana dari kegiatan tahap kedua di tahun 2025," ujar Daslinur.

Daslinur juga menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini, tim akan menyasar tujuh daerah dengan kasus kekerasan perempuan dan anak terbanyak, antara lain Pasaman Barat, Payakumbuh, Pasaman, Padang Panjang, Kota Padang, Sijunjung, dan Pesisir Selatan.

Dijelaskannya, dialog interaktif sebagai upaya konkret untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Acara yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2025 ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai kalangan. Peserta terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, perwakilan TP PKK, pemerintah kecamatan, Polsek, aktivis, hingga masyarakat rentan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga dan sosialisasi program Ruang Bersama Merah Putih, yang merupakan perwujudan desa atau nagari ramah perempuan dan anak.

Sejumlah narasumber ahli turut hadir untuk memberikan wawasan mendalam:

Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Provinsi Sumatera Barat membawakan materi tentang Ketahanan Keluarga dalam Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Ketua P2TP2A Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan materi mengenai Penerapan Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Membangun Ruang Bersama Merah Putih.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Sumatera Barat mensosialisasikan Ruang Bersama Merah Putih sebagai solusi efektif untuk mencegah kekerasan.

Kepala Dinas Kabupaten Pasaman Barat memaparkan Potensi dan Strategi Daerah untuk Mewujudkan Ruang Bersama Merah Putih.

"Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam menurunkan frekuensi kasus kekerasan di lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginformasikan lembaga-lembaga yang dapat dihubungi saat perempuan dan anak membutuhkan perlindungan," terang Daslinur.

Pelaksanaan dialog interaktif ini didanai oleh Dana Hibah P2TP2A Tahun 2025 dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna