![]() |
KITAPUNYA.ID, PADANG- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha dan jaringan distribusi di provinsi tersebut agar tidak memanfaatkan situasi bencana alam yang melanda berbagai wilayah dengan menaikkan harga bahan pokok dan kebutuhan penting masyarakat lainnya.
Peringatan ini disampaikan di tengah duka dan kerusakan parah yang dialami sejumlah kabupaten/kota di Sumbar, termasuk Agam, Pasaman Barat, Padang Panjang, Tanah Datar, Padang, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok. Bencana tersebut telah menyebabkan ribuan rumah rusak, infrastruktur hancur, dan ratusan warga kehilangan mata pencaharian.
Ancaman Sanksi Hukum bagi Spekulan Harga
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa mencari keuntungan dengan menekan masyarakat yang sedang tertimpa musibah adalah tindakan tidak bermoral dan tidak berempati, serta dapat dikenai sanksi hukum yang berat.
"Ketika masyarakat berjuang menyelamatkan keluarga, mencari makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan penderitaan ini. Siapa pun yang mencoba menaikkan harga secara tidak wajar akan berhadapan dengan pemerintah dan aparat penegak hukum," tegas Gubernur di Padang, Jumat (5/12/2025).
Langkah Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Stok
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang, Gubernur Mahyeldi telah menginstruksikan langkah-langkah konkret kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, dan instansi terkait:
Pemantauan Harian: Melakukan pemantauan harga dan stok harian secara ketat di seluruh pasar utama provinsi.
Pencegahan Penimbunan: Memeriksa rantai distribusi secara berkala untuk mencegah praktik penimbunan barang.
Pengamanan Suplai: Berkoordinasi intensif dengan Bulog dan distributor besar untuk memastikan suplai beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan utama lainnya tetap aman.
Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah
Gubernur juga menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota di daerah terdampak untuk segera mengambil lima langkah responsif:
Operasi Pasar Masif: Melaksanakan operasi pasar dan gerakan pangan murah secara masif, terutama di daerah yang terdampak paling berat.
Pendataan Kerusakan: Melakukan pendataan sarana industri perdagangan yang terdampak, seperti pasar, sentra industri, serta pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Industri Menengah Besar (IMB).
Jaga Ketersediaan: Mengambil upaya antisipatif dan responsif untuk menjaga ketersediaan barang pokok, barang penting, dan elpiji di tengah keterbatasan akses logistik antar kota/wilayah.
Tindakan Hukum: Melakukan pelarangan, pengawasan, dan tindakan terhadap pedagang yang menaikkan harga di atas aturan yang ditetapkan atau di luar kewajaran.
Koordinasi Intensif: Meminta OPD terkait berkoordinasi intens dengan OPD Provinsi dan Kementerian untuk formulasi solusi bersama.
"Tugas kita bukan hanya menanggulangi bencana, tetapi juga memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan hariannya dengan harga yang terjangkau. Ini adalah bentuk solidaritas dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat," pungkas Gubernur.
Gubernur Mahyeldi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, distributor, dan pedagang untuk menjunjung tinggi empati dan solidaritas. “Kita bisa bangkit lebih cepat bila kita saling menjaga. Jangan menambah beban rakyat yang sedang berduka.”

0 Comments