Pedagang Perhiasan Imitasi Raup Berkah Lebaran, Transaksi QRIS Mendominasi
Padang - Momen Hari Raya Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, tak terkecuali penjual perhiasan imitasi atau yang dikenal dengan sebutan "Xuping". Dodi, pemilik Ayesha Jewellery, mengungkapkan bahwa transaksi jual beli perhiasannya selama Lebaran ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
"Lumayan jual beli saat Lebaran. Daripada beli emas, lebih baik beli yang bagus menyerupai emas," ujar Dodi saat ditemui. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar barang dagangannya berasal dari Cina.
Menariknya, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mendominasi metode pembayaran di tokonya. Dodi memperkirakan perbandingan transaksi antara QRIS dan tunai mencapai 50:50. Lebih lanjut, ia mengamati bahwa mayoritas pengguna QRIS di tokonya berusia sekitar 40 tahun.
"QRIS dan tunaiFifty-fifty. Usia pengguna QRIS sekitar 40-an," katanya.
Dodi juga menyoroti harga jual Xuping di tokonya yang berkisar Rp25.000 per gram. Ia membedakan antara Xuping lokal dan Xuping impor dari Cina. Salah satu keunggulan Xuping Cina, menurut Dodi, adalah kemampuannya untuk dijual kembali dengan harga sekitar setengah dari harga beli.
"Xuping harganya 25 per gram. Xuping lokal dan Cina. Cina Xuping bisa dijual kembali setengah harga," jelasnya.
Bahkan, Ayesha Jewellery menawarkan layanan tukar tambah untuk Xuping Cina. "Ditukar tambah Rp5.000 diterima pakai QRIS," imbuh Dodi, menunjukkan fleksibilitas dalam metode pembayaran yang diterimanya.
Di sisi lain, Dodi menyinggung adanya potongan biaya layanan (cash service) yang ia alami saat menerima pembayaran. "Cash service ketika masuk ke orang dipotong terus, 200 potong 198," keluhnya, mengindikasikan adanya biaya transaksi yang mengurangi nominal yang diterimanya.
Sementara itu, terkait dengan layanan perbankan, Dodi memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia menyoroti kepraktisan notifikasi transaksi BRI yang kini langsung muncul tanpa perlu membuka aplikasi seperti Livin' by Mandiri. "BRI sampai kini masih BRI. Sekarang fokus BRI. Notifikasi lebih praktis, langsung muncul tanpa harus buka aplikasi seperti Livin," pungkasnya.
Fenomena ini menunjukkan adaptasi pedagang terhadap perkembangan teknologi pembayaran digital seperti QRIS, yang semakin diterima oleh berbagai kalangan usia. Meskipun ada tantangan terkait biaya layanan, transaksi digital memberikan kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi, terutama di momen-momen ramai seperti perayaan Lebaran. Popularitas Xuping sebagai alternatif perhiasan emas juga menjadi tren menarik di tengah masyarakat.