Langkah Baru Menuju Mandiri: 7 Warga Agam Kembali Tersenyum Usai Terima Bantuan Kaki Palsu

Inilah tujuh warga Agam yang menerima kaki palsu dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Cabang Bandara Internasional Minangkabau. Ist 

AGAM, KITAPUNYA.ID-Haru dan bahagia menyelimuti wajah tujuh orang warga Kabupaten Agam pada Kamis (22/01). Harapan untuk kembali melangkah dengan tegap kini menjadi kenyataan setelah mereka menerima bantuan kaki palsu dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Cabang Bandara Internasional Minangkabau.

Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar alat bantu medis, melainkan kesempatan kedua untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri. Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial (TJSL) dari InJourney Airports yang disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Agam.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si, tak dapat menyembunyikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan kepada warganya. "Bantuan ini sangat berarti bagi mereka. Kami melihat sendiri bagaimana semangat warga kembali bangkit. Terima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia yang telah memberikan dukungan nyata," tuturnya.

Perjalanan tujuh warga ini menuju kemandirian telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Dinas Sosial Agam memastikan tidak ada warga yang berjuang sendirian. Sejak proses pengusulan di tahun 2025 hingga tahap pengukuran pada 12 November silam, setiap langkah mereka terus didampingi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, menekankan bahwa tugas pemerintah adalah hadir di tengah masyarakat. Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari menjemput warga dari rumah, mengantar ke lokasi pemasangan di Padang, hingga memastikan kaki palsu tersebut nyaman digunakan.

"Kami ingin memastikan mereka merasa aman dan didukung. Mulai dari keberangkatan hingga pemasangan hari ini, tim kami (Erizal dan Erianto) mendampingi langsung di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat," jelas Hasneril.

Kini, dengan kaki palsu yang baru, ketujuh warga tersebut siap memulai babak baru dalam hidup mereka. Sebuah bukti bahwa melalui kolaborasi yang tulus, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus melangkah maju.(*)


0 Comments