![]() |
| Foto bersama. Ist |
Ia menegaskan bahwa keluarga pejabat publik harus menjadi 'markas' utama dalam melahirkan kader terbaik dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sesi bertema krusial, “Membangun Keluarga Pejabat Publik sebagai Basis K2P2 (Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik),” Hj. Nevi menekankan bahwa integritas seorang pemimpin berawal dari keutuhan rumah tangganya.
“Di balik setiap pemimpin yang tangguh, ada keluarga yang kokoh. Dukungan emosional, spiritual, dan sosial dari seorang istri sangat menentukan kualitas kepemimpinan seorang pejabat publik,” ujar Nevi Zuairina, disambut antusias oleh para istri kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD Provinsi dari PKS.
Politisi PKS yang kini duduk di Komisi VI DPR RI ini menyadari, sorotan publik dan tuntutan yang padat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia mengajak para peserta BIMTEKNAS untuk mengubah rumah tangga menjadi ruang kaderisasi yang aktif dan harmonis.
"Anak-anak kita adalah generasi penerus perjuangan. Mereka perlu dibekali nilai keimanan, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat pengabdian," tambahnya.
Lebih dari sekadar pendamping, Hj. Nevi menyoroti peran strategis istri pejabat publik sebagai 'jembatan' antara kebijakan suami dengan kebutuhan masyarakat. Dengan posisi dan pengaruh yang dimiliki, mereka dituntut untuk menjadi teladan dalam pelayanan yang tulus.
BIMTEKNAS ini, menurut Nevi Zuairina, bukan hanya pelatihan. Ini adalah ruang konsolidasi untuk memperkuat solidaritas dan jaringan di antara keluarga pejabat publik PKS. "Dari sinilah lahir sinergi yang akan mendukung suami kita, membina keluarga, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” tutupnya dengan optimis.

0 Comments