![]() |
| Gubenur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. |
Konferensi ini diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan bukan sekadar menghasilkan rekomendasi di atas kertas.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa wakaf adalah instrumen ekonomi Islam yang potensinya harus dioptimalkan untuk kemaslahatan masyarakat.
Ia melihat momentum konferensi ini sebagai peluang besar untuk menumbuhkan inovasi dalam pengelolaan wakaf di daerah.
“Kami ingin agar hasil konferensi tidak berhenti di meja diskusi, tetapi menjadi gerakan nyata yang memberdayakan masyarakat. Ini harus menjadi strategi penting membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai keislaman,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat.
Sumbar Siap Jadi Laboratorium Wakaf Produktif
Penguatan wakaf, menurut Gubernur, harus didukung oleh literasi yang kuat dan sinergi lintas sektor agar potensi wakaf dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Zakri, menilai konferensi ini merupakan momentum emas untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga wakaf nasional maupun internasional. Kolaborasi yang kuat diyakini akan mematangkan ekosistem wakaf produktif di Sumatera Barat.
“Dengan kesiapan yang ada, Sumatera Barat siap menjadi laboratorium wakaf produktif Indonesia,” ujar Ahmad Zakri dengan optimis.
Ia berharap, hasil dari pertemuan internasional ini tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga dapat menjadi rujukan nasional dan global bagi penguatan tata kelola wakaf di berbagai daerah. Konferensi ini diharapkan memicu penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.

0 Comments