![]() |
| Foto bersama Mahasiswa Unand dengan murid SD di Kamang Tangah Anam Suku. Ist |
KAMANG TANGAH ANAM SUKU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) di Kamang Tangah Anam Suku, Sumatera Barat, tidak tinggal diam melihat tantangan stunting dan gizi buruk yang mengancam masa depan generasi. Mereka meluncurkan program inovatif bernama "SAPA BALITA" yang berfokus pada Sentuhan Kecil, Perubahan Besar untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan intervensi dini.
Program ini menjadi jawaban nyata terhadap data SSGI 2024 yang menunjukkan bahwa satu dari empat anak di Sumatera Barat mengalami stunting, angka yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Melalui SAPA BALITA, para mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Aksi Langsung di Posyandu
Berjalan di Posyandu Pakan Sinayan, kegiatan ini melibatkan serangkaian pemeriksaan dan edukasi yang terbagi dalam beberapa pertemuan:
Pemeriksaan Rutin: Mahasiswa melakukan skrining pertumbuhan dengan mengukur tinggi dan berat badan anak menggunakan standar WHO. Buku KIA diisi sebagai panduan gizi dan stimulasi.
Edukasi Menyeluruh: Selain balita, program ini juga menjangkau lansia di Posyandu, menawarkan layanan kesehatan seperti cek tekanan darah dan konsultasi.
Penyuluhan Penting: Salah satu puncak kegiatan adalah penyuluhan bertema "Pentingnya Stimulasi dan Nutrisi Optimal dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan" yang memberikan bekal pengetahuan berharga bagi para orang tua.
Muhammad Rizki Yerilwan Putra, salah satu penanggung jawab program, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan. "Program ini tidak hanya memeriksa, tetapi juga mengedukasi. Harapannya, kesadaran masyarakat meningkat dan angka stunting dapat turun," ujarnya.
Keberhasilan SAPA BALITA ini tidak lepas dari sinergi yang luar biasa antara mahasiswa KKN dari berbagai fakultas, kader kesehatan, bidan, dan masyarakat setempat. Bidan Yusra Hayati, pembina wilayah di Pustu Pakan Sinayan, mengaku sangat terbantu. "Alhamdulillah senang dan terbantu dengan kehadiran adik-adik KKN Unand yang ikut berperan serta dalam kegiatan posyandu dan inisiatif dalam mengedukasi peserta," ungkapnya.
Dengan langkah kecil ini, SAPA BALITA menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci untuk membangun fondasi kesehatan sejak dini, demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, aktif, dan cerdas di tahun 2045.

0 Comments