Luthfi Akbar Sampaikan Apresiasi atas Anggaran Rp23,7 Miliar untuk Pembangunan Jembatan

Staf Ahli DPR RI, Luthfi Akbar.  Ist

PESISIR SELATAN-Pembangunan tiga jembatan gantung senilai total Rp23,7 miliar di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, disambut antusias oleh masyarakat. Proyek yang digagas pemerintah pusat ini disebut sebagai “kemenangan rakyat” oleh Luthfi Akbar, putra asli daerah yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli DPR RI.

Dalam pernyataannya, Luthfi menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat. "Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri," ujarnya, menegaskan bahwa proyek ini adalah buah dari persatuan dan kerja sama. Ia menekankan, terwujudnya jembatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, anggota DPR RI, kementerian terkait, tokoh masyarakat, dan terutama peran aktif media yang menjadi "jembatan suara rakyat".

Proyek ini sangat vital karena ketiga jembatan yang akan dibangun merupakan pengganti jembatan lama yang rusak total akibat banjir bandang pada Maret 2024 lalu. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumbar, E. Putra Friandi, menjelaskan bahwa setiap unit jembatan dialokasikan anggaran Rp7,9 miliar, yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025 dan diperkirakan selesai awal tahun 2026. Jembatan gantung dipilih karena fungsinya yang strategis sebagai penghubung antar desa, yang memiliki peran besar dalam mendukung akses petani, pendidikan, dan perekonomian masyarakat pedesaan.

“Kemenangan ini bukan milik satu pihak, tapi milik seluruh rakyat Pesisir Selatan,” tegas Luthfi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas agar manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh warga. Jembatan ini, menurutnya, tidak hanya akan menjadi penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan dan kerja nyata demi masa depan Pesisir Selatan yang lebih baik.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan akan membangun jembatan gantung di 3 desa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp23,7 miliar. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumbar E. Putra Friandi mengatakan pembangunan jembatan gantung yang dibangun tersebut merupakan jembatan lama yang telah rusak total akibat dilanda banjir bandang yang melanda wilayah Pesisir Selatan pada Maret 2024 lalu. 

“Anggaran untuk pembangunan jembatan ini dari Kementerian PU, dengan alokasi untuk satu unit jembatan Rp7,9 miliar. Artinya proyek jembatan akan dilakukan pada 3 titik, maka total anggarannya mencapai Rp23,7 miliar. Tahun ini dimulai dan diperkirakan selesai di awal tahun 2026 mendatang,” katanya sebagaimana dilansir sejumlah media nasional, Kamis (14/8/2025). 

Dia menjelaskan jembatan yang akan dibangun dalam waktu dekat itu, merupakan jembatan gantung, mengingat fungsi dari jembatan tersebut merupakan penghubung antar desa, yang memiliki peranan yang besar terhadap akses petani, pendidikan, dan juga masyarakat setempat. “Jembatan ini perannya besar terhadap perekonomian masyarakat di pedesaan, sehingga pengerjaannya pun akan dimulai sesegera mungkin. Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat,” ujarnya. 


0 Comments