Dahnil Anzar: Pejabat Publik Harus Siap Dikritik, Jangan Balas dengan Olok-olok

Foto bersama. Ist
PADANG - Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (PB MPI), Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta para pejabat publik, termasuk anggota legislatif dan pemerintah, untuk introspeksi diri menyusul maraknya aksi demonstrasi yang berujung anarkis.

"Kalau sudah menjadi pejabat, harus siap menjadi objek untuk jadi samsak tinju. Harus siap dikritik dan dimaki. Kalau tidak siap dimaki, jangan jadi pejabat publik," tegas Dahnil saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah MPI Provinsi Sumatera Barat di Padang, Sabtu (30/8).

Juru bicara Prabowo Subianto ini menekankan bahwa sekeras apapun kritik dan makian dari masyarakat, pejabat tidak boleh membalasnya dengan olok-olok atau perlawanan berlebihan. Sebaliknya, harus disikapi dengan empati.

Dahnil meminta para pejabat publik belajar dari Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo sering dimaki dan diejek, tetapi tidak pernah sekalipun mengkriminalisasi mereka yang melakukannya. 

"Kurang apa Prabowo dimaki dan diejek. Tidak satupun pengejek dan pemaki dikriminalisasi atau dipenjarakan," ungkapnya.

Pesan ini juga ia sampaikan kepada pengurus dan anggota MPI agar dapat menerima kritik dengan lapang dada. Ia menambahkan, selama 10 tahun menjadi juru bicara Prabowo, ia tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang memicu kemarahan.

Dahnil juga mengingatkan pentingnya bijak dalam berkata-kata. "Ibarat kata orang Minang, 'Bajalan, caliak-caliak langkah. Bakato, lidah agak-agak'," ujarnya. Ia mencontohkan, kejadian di Kabupaten Pati yang memicu demo besar-besaran karena lidah bupati yang tidak terkontrol.

Pada kesempatan yang sama, Dahnil menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta. Ia menegaskan tidak ingin ada tindak kekerasan dari aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa.

"Saya atas nama PB MPI mengucapkan keprihatinan atas meninggalnya Affan Kurniawan. Saya tegaskan tidak ingin ada tindak kekerasan oleh aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa. Saya prihatin atas timbulnya korban jiwa dalam aksi massa tersebut," tegasnya.


0 Comments