Musda Perti dan Perwati Sumbar: Gaungkan Semangat Inovasi dan Eksistensi Menuju Satu Abad


PADANG – Gema semangat pembaharuan dan penguatan eksistensi organisasi menggema kuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) dan Perwati (Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah) Sumatera Barat. 

Acara bergengsi ini resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Perti, M. Syarfi Hutauruk, di Auditorium Istana Gubernuran, Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam pidato pembukaannya, Syarfi Hutauruk menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ritual pergantian kepemimpinan, melainkan momentum krusial untuk konsolidasi ideologis dan strategis. Beliau menekankan pentingnya menjaga Khittah Perjuangan Perti yang berlandaskan pada pendidikan, dakwah, dan sosial, sembari mendorong para pemimpin baru untuk memadukan nilai-nilai warisan dengan inovasi pergerakan.

"Pengelolaan organisasi Perti dan Perwati ke depan tidak bisa lagi dengan cara-cara tradisional," tegas Syarfi, menyoroti usia Perti yang akan mencapai satu abad pada tahun-tahun mendatang. "Kita harus memastikan organisasi ini tidak tertinggal dan terlindas oleh zaman."

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turut menyampaikan kebanggaan dan harapannya. Beliau mengakui Perti sebagai organisasi keagamaan besar yang lahir dari Minangkabau, dengan jejak sejarah panjang dalam pembangunan umat dan kemanusiaan. "Semoga Musda ini melahirkan kepemimpinan yang lebih baik, sehingga Perti dan Perwati semakin berkontribusi bagi agama, daerah, bangsa, dan negara," ucap Mahyeldi.

Apresiasi senada juga datang dari Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga menjabat Ketua Majelis Dewan Pembina Perti Kota Padang. Fadly menegaskan komitmennya untuk terus mendukung visi dan misi dakwah Perti-Perwati agar dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi umat.

Menjawab tantangan ini, Ketua PD Perti Sumbar, Prof. Sufyarma Marsidin, bersama Ketua Panitia Musda, Muhammad Arif, memaparkan fokus utama Perti Sumbar ke depan: Panca Sukses. Konsep ini meliputi sukses komunikasi, konsolidasi, pendidikan, dakwah, dan sosial.

"Bagaimanapun, para pemimpin dan tokoh di Perti dan Perwati harus punya yang namanya multiple intelligence, serta harus amanah kepada organisasi, kepada umat, dan terlebih lagi kepada Allah SWT," pungkas Prof. Sufyarma, menandaskan komitmen organisasi untuk maju dengan integritas dan kecerdasan.


0 Comments