-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pasien Omicron Capai Ratusan Orang di Sumbar, RSUP M. Djamil Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Tuesday, 8 February 2022 | 14:27 WIB Last Updated 2022-02-08T07:27:20Z

 

Direktur Utama RSUP M. Jamil< dr. Yusirwan Yusuf, bersama jajaran memberikan keterangan terkait kasus Omicron. Ist


PADANG-Pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUP M. Djamil Padang kembali merangkak naik. RS plat merah itu pun bersiap menghadapi gelombang ketiga yang diprediksi para ahli.


Di Sumbar, kasus positif lebih dari 250 orang. Rata-rata mereka probable Omicron. 


"Dengan berkembangnya varian Omicron di Sumbar, menyebabkan RSUP M Djamil Padang kembali mengaktifkan ruangan Covid-19," terang Direktur Utama RSUO M. Djamil Padang, dr. Yusirwan Yusuf, dalam keterangan persnya, Senin (7/2) di ruangan pertemuan RSUP . M. Djamil.


Disebutkannya, saat ini penyebaran Covid-19 berasal dari cluster keluarga. Oleh karena itu pada saat ini RSUP M Djamil kembali menyiagakan ruangan khusus Covid-19 yang terdiri dari 349 tempat tidur untuk ruang isolasi. Petugas medis yang dibentuk untuk menangani pasien positif covid kembali diaktifkan.


"Jumlah pasien positif covid sekarang 14 orang, 3 dirawat dengan kondisi berat sisanya ringan dan sedang," sebutnya.


Dijelaskannya, 3 pasien dengan kondisi berat dirawat di ICU. Untuk pasien dengan gejala sedang dan ringan dirawat di ruang isolasi biasa. Para pasien positif covid itu terdeteksi, dengan STGF Omicron.


"Sebanyak 75 persen pasien yang positif belum divaksin. Untuk itu kami mengajak masyarakat yang belum vaksin segera vaksin. Hingga saat ini kami masih membuka gerai vaksin untuk masyarakat hingga pukul 4 sore setiap hari," sebutnya, di dampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RS Dr M Djamil Padang, dr Rose Dinda Martini, SpPD, KGer, Direktur SDM, Dr. Dovi Djanas dan lainnya.  


Ketua tim Covid RSUP M Djamil Padang dr. Irvan Medison SpP (konsultan) menambahkan, manula (manusia lanjut usia) yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) bisa dilakukan vaksinasi setelah dilakukan skrining medis.


“Perlu dilakukan pemeriksaan terhadap manula yang mempunyai penyakit bawaan saat melakukan vaksinasi. Saya berharap, manula melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit untuk melakukan pengecekan apakah layak di vaksin  atau tidak,” tutup dokter spesialis paru-paru ini. YL



×
Berita Terbaru Update