arrow_upward

Pondok Pesantren Ini Gratiskan Biaya Pendidikan Santri Sejak Berdiri

Monday, 31 January 2022 : 09:06

 

 

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, meletakan batu pertama pembangunan asrama Pesantren Al-Muttaqin.Ist

AGAM-Berlokasi di Jorong Balai Lelo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Pondok Pesantren Al Muttaqin telah menggratiskan biaya pendidikan santri sejak berdirinya pada 2004. Bermula dari hanya lima murid, kini pesantren telah menyelenggarakan pendidikan gratis bagi 98 santriwan dan santriwati yang terbagi ke dalam lima kelas Madrasah Tsanawiyah.



Minggu  (30/1),pesantren itu dikunjungi Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, yang didampingi oleh Bupati Agam, Andri Warman, dan Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Erinaldi. Kedatangan para pejabat itu dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan asrama, sekaligus peninjauan peternakan sapi dan bebek.



Pembina Yayasan Pesantren Al Muttaqin, Elfiroza mengatakan, pihaknya secara swadaya membiayai operasional pesantren lewat unit-unit usaha mandiri yang telah didirikan secara bersama-sama dengan para donatur. Mulai dari kios pertamini, usaha es batu, dan pembibitan ikan, dan saat ini tengah merintis peternakan bebek petelur dan usaha penggemukan sapi inseminasi buatan.



Menanggapi itu, Audy Joinaldy menyatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mengirimkan bantuan berupa sapi dan 1.000 ekor bebek untuk pesantren Al Muttaqin Balai Belo.



Audy Joinaldy mengatakan, tak hanya sebagai lembaga pendidikan, pesantren memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.



Menurut Audy, meski pesantren secara struktur berada di bawah naungan Kementerian Agama, pemerintah daerah tetap sangat mendukung upaya pesantren untuk berdaya mandiri. Terlebih bila pesantren juga memiliki kekuatan produksi untuk dipasarkan secara komersil.



“Secara struktur pesantren memang di bawah binaan Kemenag, tapi kita di provinsi sangat mensupport pesantren yang berupaya untuk berdaya mandiri seperti di Pesantren Al Muttaqin Balai Belo ini. Nanti kita kasih seribu bebek,” ujar Audy disambut riuh tepuk tangan warga dan takbir pengurus pesantren.



Lebih lanjut Audy berpesan agar bantuan yang kelak dikirimkan dapat diputar dan terus dikembangkan.



Ia juga mengapresiasi upaya pesantren yang telah bekerjasama dengan warga setempat dalam unit-unit usaha, sehingga masyarakat juga ikut terdampak ekonominya.



“Ini nanti sebagai pemicu awal, nanti harus bisa diputar untuk menghasilkan untung. Manfaatkan juga masyarakat sekitar, misal untuk menyediakan pakan, atau pengolahan kotoran sapi untuk pupuk kandang. Jadi bisa terus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar wagub memberikan saran.


Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman menyampaikan rasa terimakasihnya atas kedermawanan Yayasan Pesantren Al Muttaqin. Andri juga mengatakan bahwa Pemkab Agam akan menandatangani MoU bersama MUI Kabupaten Agam dalam waktu dekat.

 

Ia berharap melalui realisasi kerjasama itu nantinya dapat memberikan bantuan serta motivasi bagi para santri.



“Saya berterimakasih pada Yayasan Pesantren Al Muttaqin karena telah memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak kita dan membantu menggerakkan ekonomi warga,” ungkapnya. YL