Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar Ditutup Saat Tahun Baru

Lembah Harau, Lima Puluhkota. wikipedia



SARILAMAK– Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan menutup semua kawasan objek wisata di Limapuluh Kota saat tahun baru, termasuk Objek wisata Lembah Harau.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Limapuluh Kota, Desri Imam.


Ia mengatakan, penutupan Lembah Harau akan diberlakukan mulai tanggal 30 Desember 2021 hingga 02 Januari 2021 mendatang.


”Iya, kita melakukan penutupan objek wisata Lembah Harau mulai Kamis hingga beberapa hari kedepan,” ujarnya saat dihubungi media, Juma (31/12).


Ia menjelaskan, penutupan tersebut dilakukan sesuai instruksi dari Presiden, Gubernur Sumbar serta Bupati Limapuluh Kota.


Lebih lanjut dikatakanya, selain objek wisata Lembah Harau, penutupan juga dilakukan di seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.


”Penutupan kita lakukan disemua objek wisata yang ada di daerah ini tanpa terkecuali.” Tutur Desri.


Dinas Pariwisata (Dispar), Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Sumatera Barat memastikan tempat wisata yang ada di daerahnya akan tutup dari 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 untuk upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.


Terpisah, Kepala UPTD Pengelola Objek Wisata dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Payakumbuh, Jebri Ardi, mengatakan objek di Payakumbuh Payakumbuh juga ditutup. Penutupan disesuaikan Instruksi Wali Kota Payakumbuh selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 di daerah tersebut dengan Nomor : 165/Instruksi/COVID-19/PYK/2021.

 

“Penutupan bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada saat Tahun Baru 2022 di Kota Payakumbuh. Ini juga menindaklanjuti instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021,” katanya.


Ia mengatakan tempat wisata yang ada di Kota Payakumbuh, yakni Panorama Ampangan, Ngalau Indah, Kolam Renang dan Kawasan Wisata Batang Agam yang masih menjadi kewenangan dari BWS V Wilayah Sumbar.


“Nantinya tim dari dinas pariwisata akan tetap melakukan pemantauan ke tempat wisata kita yang tutup, terutama pada malam hari,” ujarnya.


Ia mengakui bahwa pada 2021 kunjungan wisatawan ke tempat wisata di Kota Payakumbuh terbilang sangat sedikit. Data sampai November 2021, jumlah pengunjung hanya 22.959 orang.


“Saat ini, dihari senin sampai jumat bisa dikatakan tidak ada pengunjung. Kalau sabtu sama minggu saat ini hanya puluhan orang kalau sebelum COVID-19 ratusan orang,” ujarnya.


Selain terkait penutupan tempat wisata, dalam instruksi tersebut juga membatasi kegiatan masyarakat mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, seperti seni budaya dan olahraga yang dapat berpotensi menimbulkan penularan COVID-19 dilakukan tanpa penonton.


Selanjutnya, perayaan natal, tahun baru dan yang dapat menimbulkan kerumunan harus dilakukan dengan protokol kesehatan serta tidak dihadiri lebih dari 50 orang.


Khusus untuk pelaksanaan perayaan tahun baru 2022 sedapat mungkin dilakukan masing-masing bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.


Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara old dan new year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan. RD


0 Comments