-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dampak Covid-19 Usaha Transportasi Terancam Gulung Tikar, Ini Solusi dari Pengamat

Wednesday, 30 September 2020 | 09:17 WIB Last Updated 2020-09-30T02:17:01Z



PADANG
-Selama pandemi Covid-19, pelaku transportasi, terutama angkutan umum menghadapi  tantangan cukup berat. Jika tak pandai-pandai mereka tidak hanya kesulitan, namun akan gulung tikar.


Transportasi merupakan sektor kunci dalam pembangunan. Karena itu menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjamin keselamatan masyarakat dalam menggunakan transportasi, untuk dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain.


Bahkan setiap sektor penggerak perekonomian, transportasi adalah salah satu komponennya. Untuk itu, pemerintah diharapkan juga memikirkan dampak pandemi terhadap pelaku usaha transportasi.


Hal itu disampaikan, Pengamat Transportasi dari Universits Andalas (Unand), Yosafra saat jadi pembicara web seminar (webinar) Pekan Nasional Keselamatan Jalan tahun 2020, yang dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, Selasa, (29/9/2020) di Grand Inna Hotel, Padang.


Yosafra menambahkan, selain menjamin transportasi yang murah, mudah dan nyaman, di masa pandemi Covid-19 itu, tantangan lain di sektor transportasi yakni, menghadirkan transportasi yang berkeselamatan dan sehat.


Akibat yang ditimbulkan pandemi Covid-19 terhadap sektor transportasi cukup besar. Khusus angkutan penumpang, dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, kapasitas penumpangnya dikurangi. Dampaknya, banyak perusahaan transportasi angkutan umum yang tumbang dan bangkrut.


“Dulu sebelum pandemi Covid-19 penumpangnya banyak. Sekarang tidak lagi. Seperti angkutan kota (angkot) sekarang hanya bisa menambang 2 hingga 3 kali seminggu, karena sepi penumpang. Biaya operasional tidak tertutupi. Dampaknya banyak PHK,” ujar Yosafra.


Untuk mengatasi persoalan ini, menurut Yosafra perlu dicarikan alternatif lain. Yakni bagaimana masyarakat tetap bergerak menggunakan transportasi, tapi tetap terlindungi kesehatannya. 


“Seperti, saat masuk angkot pakai masker. Membayar ongkosnya tidak pakai uang tunai lagi. Inilah fase perubahan kebiasaan baru yang harus dijalani. Dan ini jadi tantangan baru,” terangnya.YS



×
Berita Terbaru Update