-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Izin Keluar Sumbar Bagi Pejabat Diperketat, Ini Alasannya

Tuesday, 25 August 2020 | 03:41 WIB Last Updated 2020-08-24T20:46:18Z
Kantor Gubernur Sumbar. topsatu.com
PADANG-Sejumlah pejabat di lingkungan provinsi Sumbar dalam beberapa waktu belakang terpapar Covid-19, sekembali dari dinas keluar provinsi. Atas kondisi itu Pemprov Sumbar kini  memberlakukan izin ketat, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinas luar daerah.

"Memang ada arahan diperketat, itu maksudnya selektif. Kalau memang tidak perlu benar dan bisa dilaksanakan secara virtual, maka diarahkan untuk tidak keluar daerah," kata PLH Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Nasir Ahmad dihubungi, pada wartawan Senin (24/8) sore.

Dikatakannya, kegiatan seperti konsultasi ke kementerian termasuk salah satu izin yang akan diperketat. Karena, dinilai bisa dilakukan dari jarak jauh secara virtual, tidak perlu harus langsung ke Jakarta.

Bagi kegiatan yang benar-benar perlu untuk datang secara fisik, juga diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Menggunakan masker, sering mencuci tangan serta menjaga jarak.

Sekembalinya dari luar daerah, mereka juga diwajibkan untuk tes swap PCR di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk memastikan kondisi kesehatan. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil tes.

"Selama hasil tes belum keluar yang bersangkutan harus tetap isolasi mandiri di rumah. Tidak boleh ke kantor," katanya.

Ditegaskannya, Pemprov Sumbar akan melakukan pengawasan terhadap PNS yang keluar daerah terutama ke daerah "zona merah". Jika ketahuan tidak melakukan tes swab PCR di BIM akan diberikan sanksi tegas.

"Kita berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan nama-nama PNS yang keluar daerah itu benar-benar ikut tes swab PCR. Kalau tidak ada namanya, berarti tidak tes, langsung di sanksi," katanya.

Sementara itu Juru Bicara COVID-19 Sumbar, Jasman tidak menampik banyak PNS yang dinas luar daerah terkonfirmasi positif COVID-19 sepulang dari tugas.

"Kasus terkonfirmasi positif beberapa waktu tarakhir memang didominasi kasus "terbawa" dari luar daerah," katanya.

Meski tidak bersedia merinci jumlah PNS yang positif COVID-19, namun ia mengatakan secara total jumlah kasus positif di daerah itu hingga Senin (24/8) sebanyak 1.657 dengan tambahan sebanyak 25 kasus terkonfirmasi positif pada hari ini. YC
×
Berita Terbaru Update