Perkuat Ketahanan Keluarga, P2TP2A Sumbar Gelar Dialog Interaktif di Padang Pariaman dan Pariaman


PADANG PARIAMAN – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gencar menyosialisasikan program "Ruang Bersama Indonesia (RBI) Merah Putih" sebagai upaya konkret memperkuat ketahanan keluarga serta mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kegiatan Dialog Interaktif yang digelar di Padang Pariaman dan Kota Pariaman pada 16-17 Juni 2025.

Kegiatan yang bertempat di RM. Sambalado Pariaman ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pihak-pihak terdampak, bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Menjaga "Banteng Utama" Keluarga

Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Prov. Sumbar, Ny. Hj. Harneli Mahyeldi, menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai "banteng utama" dalam mencegah kekerasan. Dalam paparannya, beliau menguraikan bahwa keluarga yang kuat dan harmonis berfungsi sebagai sistem perlindungan paling awal. Faktor-faktor pendukung ketahanan keluarga meliputi komunikasi efektif, kepemimpinan yang adil, nilai-nilai kasih sayang, kemandirian ekonomi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Prov. Sumbar, dr. Hj. Herlin Sridiani M.Kes, mengenalkan konsep "Ruang Bersama Indonesia (RBI) Merah Putih". Program ini merupakan institusi kolaboratif yang berambisi menurunkan angka kekerasan, meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, serta menciptakan generasi muda yang sehat dan berdaya melalui penataan ruang yang mendukung tumbuh kembang optimal. "Dalam jangka panjang, RBI diharapkan dapat menekan angka stunting, meningkatkan kemandirian perempuan, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia," ujarnya.

Kearifan Lokal sebagai Pondasi RBI

Pentingnya peran kearifan lokal dalam membangun RBI turut disoroti oleh Ketua Bundo Kanduang Kab. Padang Pariaman, Dra. Hj. Fatma Erni. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai, norma, adat istiadat, dan praktik budaya yang diwariskan secara turun temurun, seperti konsep "Sumbang Duo Baleh" di Minangkabau, dapat menjadi dasar kuat dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan. "Penerapan undang-undang adat sejak dini di tengah keluarga diharapkan mampu menekan berbagai fenomena masalah sosial yang terjadi saat ini," kata Fatma Erni.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kab. Padang Pariaman, Dra. Sumarni, M.Pd, menjelaskan bahwa RBI adalah gerakan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan berbasis desa/kelurahan/nagari. Tujuannya adalah menyelenggarakan program berperspektif perempuan dan anak secara holistik, integratif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ini termasuk pengurangan kasus kekerasan, peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Komitmen untuk Tindak Lanjut: RBI di Setiap Nagari

Dari dialog interaktif ini, disepakati Rencana Tindak Lanjut yang ambisius. RBI ini merupakan kelanjutan dari konsep nagari layak anak menjadi nagari ramah anak dan perempuan, dengan target pembentukan satu Ruang Bersama Indonesia (RBI) per-nagari. Langkah-langkah konkrit yang akan diambil meliputi:

Sosialisasi dan Advokasi pelaksanaan RBI.

Rapat bersama pembentukan RBI.

Pembentukan relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak).

Penyusunan tim RBI dan pembuatan SK.

Pelantikan tim RBI.

Pembagian tugas tim/kelompok.

Sosialisasi RBI kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu sebagai kepala keluarga, masyarakat yang pernah berhadapan dengan hukum, dan masyarakat yang rentan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak.

Kolaborasi dan perjanjian kerjasama dengan stakeholder terkait.

Pembentukan Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Evaluasi berkala.

Dengan komitmen kuat dari berbagai pihak dan dukungan masyarakat, program "Ruang Bersama Indonesia Merah Putih" diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam peningkatan ketahanan keluarga dan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Barat.



0 Comments