Melawan Pinjol dengan "DNA" Sang Pahlawan: Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang Resmi Dikukuhkan

 

Penandatanganan SK kepengurusan Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang periode 2026-2031. Ist

PADANG, KITAPUNYA.ID- Semangat Roehana Koeddoes, sang pionir pers dan pahlawan nasional asal Minangkabau, kembali membara di Kota Padang. Namun, "medan perang" bagi perempuan Minang saat ini telah berubah total. Bukan lagi melawan buta aksara di bawah bayang-bayang penjajahan, melainkan berjuang melawan jeratan pinjaman online (pinjol) dan kesenjangan digital yang kian mengkhawatirkan.

Semangat transformasi ini menjadi nyawa utama dalam acara **Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang periode 2026-2031, yang digelar khidmat pada Selasa (12/5/2026).

Transformasi Perjuangan: Dari Buta Huruf ke Buta Digital

Ketua Umum terpilih, Ny. Yulia Fauzia, dalam pidatonya menegaskan bahwa tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks. Ia menggarisbawahi tiga masalah krusial yang tengah mengepung perempuan di Sumatera Barat:

1. Ancaman Digital & Pinjol: Rendahnya literasi teknologi membuat banyak ibu rumah tangga terjebak dalam pusaran pinjol yang merusak stabilitas keluarga.

2. Kesenjangan Modal UMKM:  Meski data BPS 2025 menyebutkan 62% UMKM di Padang dikelola perempuan, faktanya hanya 30% yang mampu mengakses permodalan formal.

3. Meningkatnya KDRT: Kasus kekerasan dalam rumah tangga tercatat melonjak 11% dalam setahun terakhir—sebuah fenomena "gunung es" di mana banyak korban masih memilih bungkam.

"Dahulu kita berjuang melawan buta huruf, sekarang kita berjuang agar perempuan tidak 'buta' secara digital dan finansial," tegas Yulia dengan penuh semangat.

Roehana Koeddoes mengajarkan perempuan harus cerdas akalnya, terampil tangannya, lembut hatinya, tapi kokoh pendiriannya. Inilah DNA organisasi kita, Ny. Yulia Fauzia.

Foto bersama. Ist

Gebrakan Konkret: Program "Mande Cakap Digital

Sebagai garda terdepan pemberdayaan perempuan, Perkumpulan Roehana Koeddoes langsung meluncurkan program unggulan bertajuk Mande Cakap Digital. Program ini didesain khusus agar para ibu (Mande) dan pelaku UMKM tidak hanya mahir berjualan daring, tetapi juga cerdas dalam melindungi data pribadi serta mampu memproduksi konten edukatif.

Tak berhenti di sana, organisasi ini juga menyiapkan aksi sosial-humanis meliputi:

 Sosialisasi pencegahan KDRT.

 Pelatihan kepribadian khas perempuan Minangkabau.

 Aksi kemanusiaan: donor darah, santunan bencana, hingga program anak asuh.

Dukungan Penuh Tokoh Perempuan Sumbar

Penasehat Utama Ny. Harneli Mahyeldi, mengingatkan bahwa pendidikan perempuan adalah kunci masa depan bangsa. Ia mendorong organisasi ini untuk memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga.

Senada, Ketua BKOW Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis. Ia menekankan tiga pilar yang harus dikuasai perempuan Minang modern: Literasi Teknologi, Finansial, dan Hukum.

"Kita ingin UMKM perempuan kita tidak hanya sekadar bertahan, tapi harus go digital dan mampu bersaing di pasar global," ujar Dianita saat melakukan pengukuhan.

Struktur Kepengurusan Baru

Berdasarkan pengukuhan tersebut, berikut adalah nakhoda baru Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang Periode 2026-2031:

Ketua Umum Roehana Koeddoes Padang, Ny. Yulia Fauzia

Ketua I Ny. Afridamti

Ketua II Ny. Pit Lenggogeni S

Ketua III Ny. Nurmi Dalmi, SE

Sekretaris Umum Ny. Martalina Salim, SE

Sekretaris I Ny. Yesnita

Sekretaris II Ny Dr. Ir, Sari Gando Hidayati, MP

Bendara Umum, Ny. Tuti Sumarni

Bendahara I, Ny. Nini SF, MSi, Ak, CA, CSRS

Bendahara II, Ny. Nurita, SH

"Dengan nakhoda baru ini, Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang optimis dapat membawa perempuan Minang keluar dari kerentanan ekonomi dan menjadi subjek yang berdaya di era digital," Ketua Umum Roehana Koeddoes Padang, Ny. Yulia Fauzia.


0 Komentar

silakan komentar yang berguna