![]() |
| Anggota DPR RI Nevi Zuairina. Ist |
JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, mendesak adanya transformasi menyeluruh pada Holding BUMN Pangan, ID FOOD (PT Rajawali Nusantara Indonesia/Persero).
Nevi menegaskan bahwa perusahaan plat merah tersebut harus kembali ke khitahnya sebagai garda terdepan penguat ketahanan pangan yang berpihak pada ekonomi rakyat.
Hal tersebut ditegaskan Nevi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT RNI/ID FOOD di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (30/3). Rapat ini mengagendakan evaluasi kinerja korporasi tahun 2025 serta bedah roadmap pengembangan usaha untuk tahun 2026.
Fokus Produksi Dalam Negeri, Kurangi Impor
Legislator asal Sumatera Barat II ini mengapresiasi capaian kinerja ID FOOD, namun ia memberikan catatan kritis terkait ketergantungan pangan pada pasar luar negeri.
"Transformasi bisnis ID FOOD tidak boleh hanya di atas kertas. Harus ada langkah konkret untuk memperkuat produksi dalam negeri. Kita harus berani mengurangi ketergantungan impor pangan demi keberlanjutan usaha dan kedaulatan pangan kita sendiri," ujar Nevi dengan tegas.
Berdayakan Koperasi Desa Merah Putih
Salah satu poin krusial yang disoroti Nevi adalah peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia mendorong ID FOOD untuk menjadikan koperasi desa sebagai mitra utama dalam rantai distribusi nasional.
"ID FOOD perlu memberikan dukungan operasional yang terstruktur kepada koperasi desa. Mulai dari rantai pasok, logistik, hingga peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Distribusi pangan harus merata hingga ke pelosok dengan sistem yang modern agar tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah," tambahnya.
Logistik Modern dan Stabilisasi Harga
Nevi juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem cold chain (rantai dingin) dan optimalisasi infrastruktur pergudangan untuk menekan angka food loss (kerusakan pangan). Menurutnya, ID FOOD harus menjadi stabilisator harga yang efektif, terutama dalam mengendalikan inflasi komoditas strategis.
Di sisi lain, ia mendukung adanya skema pendanaan yang lebih kuat bagi ID FOOD, baik melalui subsidi bunga maupun penguatan permodalan. Namun, hal itu harus dibarengi dengan tata kelola yang transparan dan roadmap hilirisasi yang realistis.
"ID FOOD harus hadir sebagai solusi bagi petani dan pelaku usaha lokal. Ekosistem pangan nasional harus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan, bukan hanya menguntungkan korporasi, tapi juga menyejahterakan rakyat," tutup Nevi Zuairina.
.

0 Comments