PADANG, KITAPUNYA.ID— Ada pemandangan berbeda di Cinema XXI Plaza Andalas, Senin (23/3/2026). Di tengah hiruk-pikuk libur Idul Fitri 1447 H, ratusan keluarga di Padang justru tampak antusias "terbang" ke luar angkasa.
Mereka berbondong-bondong menyaksikan "Pelangi di Mars", sebuah karya fiksi ilmiah (Sci-Fi) anak bangsa yang tengah mencuri perhatian sejak rilis 18 Maret lalu.
Film garapan Mahakarya Pictures ini bukan sekadar tontonan biasa. Ia adalah buah dari riset dan pengembangan selama lima tahun yang akhirnya mekar di layar lebar, membawa misi besar: memperkenalkan imajinasi sains kepada anak-anak Indonesia.
Keberanian Pelangi dan Robot-Robot Tua
Penonton diajak menyelami kehidupan Pelangi (diperankan dengan apik oleh Keinaya Messi Gusti), gadis kecil berusia 12 tahun yang mencatat sejarah sebagai manusia pertama yang lahir di Mars. Namun, hidupnya penuh tantangan; ia tertinggal dalam kesunyian planet merah saat koloni manusia kembali ke Bumi.
Ditemani robot-robot tua yang terbengkalai, Pelangi harus berjuang mencari Zeolith Omega, mineral langka yang menjadi kunci penyelamat krisis air di Bumi. Film ini menjadi potret epik tentang persahabatan antara manusia dan mesin, keberanian seorang anak, serta harapan yang tak pernah padam di tengah keterbatasan.
Teknologi Visual yang Menembus Batas
Sutradara Upie Guava menggunakan sentuhan magis teknologi Extended Reality (XR) untuk menghadirkan lanskap Mars yang begitu nyata dan imersif. Visual futuristik ini dirancang agar penonton—terutama anak-anak—merasa benar-benar berada di sana, bertualang bersama Pelangi.
"Anak-anak tidak suka digurui. Mereka lebih mudah menyerap pesan melalui pengalaman tokoh utama," ujar Upie. "Kami ingin memberikan ruang imajinasi yang luas tanpa kesan mendikte."
Oase Imajinasi bagi Anak Indonesia
Senada dengan Upie, sang produser Dendi Reynando menyebut film ini sebagai alternatif tontonan bermutu di tengah minimnya genre Sci-Fi untuk anak lokal. Melalui pesan singkat kepada awak media di Padang, ia menegaskan pentingnya anak-anak memiliki referensi cerita masa depan yang orisinal.
"Kami ingin anak-anak Indonesia punya mimpi yang bisa mereka bayangkan sendiri. Cerita ini dirancang untuk memantik rasa ingin tahu mereka terhadap dunia luar," ungkap Dendi.
"Pelangi di Mars" kini menjadi pilihan utama keluarga di Padang untuk mengisi waktu libur. Bukan hanya karena visualnya yang memukau, tetapi karena pesan kuat di dalamnya: bahwa masa depan ada di tangan mereka yang berani bermimpi, bahkan hingga ke planet Mars sekalipun. (rel/med)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna