Dua Nelayan Hilang di Perairan Pasaman Barat Ditemukan Selamat Setelah 2 Hari Pencarian


Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan yang sempat dilaporkan hilang di perairan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (9/11/2025).
Upaya pencarian yang melibatkan Basarnas Padang, TNI, Polri, BPBD, dan nelayan setempat itu akhirnya membuahkan hasil. Dua nelayan berhasil ditemukan selamat setelah perahu mereka mengalami kerusakan mesin di tengah laut. (Dok. Basarnas Padang)

KITAPUNYA.ID, PASAMAN BARAT– Dua nelayan asal Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut sejak Jumat malam (7/11/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Kedua korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan Basarnas Padang pada Minggu (9/11/2025) siang setelah dua hari pencarian intensif di perairan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Padang, Abdul Malik, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa kedua nelayan tersebut bernama Syamsidar (47) dan Suman (40), keduanya warga Air Bangis.

Mereka ditemukan selamat setelah perahu yang ditumpangi mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

“Alhamdulillah, kedua nelayan telah ditemukan dalam keadaan selamat pada pukul 14.47 WIB sekitar 6 mil laut dari lokasi perkiraan awal kejadian,” ujar Abdul Malik dalam keterangannya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat dua nelayan tersebut berangkat melaut pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya mereka tidak kunjung kembali ke darat.

Pihak keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian itu kepada Wali Jorong Air Bangis, pada Sabtu pagi (8/11/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.

Laporan tersebut diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Padanguntuk dilakukan operasi pencarian.

Lokasi kejadian berada di sekitar koordinat berjarak sekitar 24 mil laut dari dermaga RIB Sasak di Pasaman Barat, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan laut.

Pencarian hari pertama sempat terkendala cuaca buruk dan hujan deras, sehingga operasi dilanjutkan kembali pada Minggu pagi (9/11/2025) pukul 07.00 WIB. Luas area pencarian ditetapkan mencapai 40 nautical mile persegi (NM²) dan dibagi menjadi dua sektor utama.

Sektor A (SRU 1) disisir oleh RIB 03 Pos SAR Pasaman dengan luas area 31 NM². Sektor B (SRU 2) disisir menggunakan perahu nelayan di area seluas 9 NM².

Tim gabungan terdiri dari Pos SAR Pasaman 6 personel, TNI 2 personel, Polri 3 personel, BPBD 6 personel, Local Hero Rescue 3 orang, serta 25 nelayan setempat.

Ditemukan dalam Kondisi Selamat

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, Tim SAR akhirnya menemukan kedua nelayan pada pukul 14.47 WIB dalam keadaan selamat. Keduanya berada sekitar 6 mil laut dari lokasi awal (LKP).

Menurut laporan resmi, perahu korban mengalami kerusakan mesin, sehingga mereka tidak dapat kembali ke darat. Setelah dilakukan perbaikan di lokasi, Tim SAR mengawal survivor menuju Dermaga Air Bangis, dan rombongan tiba dengan selamat pada pukul 15.30 WIB.

“Setelah memastikan kondisi survivor dalam keadaan baik, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing. Operasi kami nyatakan selesai dan diusulkan ditutup,” jelas Abdul Malik.

Selama pencarian, tim menghadapi kondisi gelombang laut dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,5 meter. Meski demikian, cuaca pada hari kedua relatif berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot.

Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan dalam operasi ini, antara lain RIB 03, rescue car double cabin, drone, alat komunikasi, peralatan medis, serta perahu nelayan setempat.

Kakansar Padang, Abdul Malik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat nelayan Air Bangis atas kerja samanya. Keberhasilan ini adalah wujud nyata sinergi di lapangan dan semangat Quick Action, Satu Jiwa Satu Rasa, We Are Family,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Basarnas Padang akan terus mengedepankan prinsip Profesional, Modern, dan Teruji dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Sumatera Barat. (*)

0 Comments