[5/9 17.18] Bg Imoe Baru: Untuk memberikan kepastian perlindungan kepada ortu thdp anak yg ada di sekolah berbasis asrama seperti pesantre, maka yg harus diperhatikan setidaknya
1. Sekolah segera memfirmulasikan point2 safeguarding atau kebijakan perlindungan anak yg menjadi dasar bagi sekolah untuk melakasnakan upaya perlindungan. Safeguarding ini akan memberikan jaminan kepastian pd org tua. Akan lebih baik bila safeguarding di susun dengan melibatkan org tua.
2. Membentuk mekanisme keterlibatan org tua dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Dengan berpedoman kepada Permendikbud 46 tahun 2023 atau PEraturan mentri agama nomor 73 tahun 2022.
[5/9 17.32] Bg Imoe Baru: Nahhh batua....sementara....pesantren ko fungsinyo 2. Lembaga pendidikan dan lembaga pengasuhan alternatif. SOP pengasuhan jika ado nan lah mambuek banyak yg tdk komprehensif krn tdk melibatkan org tua
[5/9 17.33] Bg Imoe Baru: Contoh :
1. Harus ditegaskan bahwa pengasuh tidak boleh memanggil anak masuk ruangan private sendiri tanpa ada pengasuh atau guru lain. Dan jika itu dilakukan santri harus menolak. Jika itu dilakukan guru maka disangsi tegas. Dengan demikian meminimal terjadinya hal2 yg tdk di inginkan.
[5/9 17.34] Bg Imoe Baru: Betul....banyak yg lebih serius bikin sop pendidikan. Pengasuhan belum.
[5/9 17.34] Bg Imoe Baru: Kan kejadian pelecahan dimulai modusnyo dr minta uruik pak guru ka siswa.
[5/9 17.35] Bg Imoe Baru: Oleh krn itu kedepan dilarang guru memanggil santri ke ruangan pribadi sendiri. Kalau ada keperluan atau perlu konseling santri harus setidaknya dengan 2 org guru.
[5/9 17.36] Bg Imoe Baru: Iko nan barek kini ke. Makonyo kalau ado sop bersama dimana org tua terlibat....maka ortu akan yakin memasukan anaknya ke pesantren dimana ortu itu sendiri terlibat membangun sop
[5/9 17.36] Bg Imoe Baru: Barek usaho wak kini....