Demi Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat, Tiga Organsasi Profesi Kesehatan Gelar Kongres Nasional

Konferensi pers terkait Konas dan PIN 2023 bidang gastroenterologi. Ist

PADANG-Angka kesakitan dan angka kematian di bidang gastroenterologi hingga kini terus meningkat. Kondisi itu membuat para dokter umum dan spesialis di Indonesia termasuk Sumatera Barat memperbaharui pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan.

Salah satunya dengan menggelar Kongres Nasional (Konas) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN), yang diselenggarakan oleh tiga organisasi kedokteran, yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia PEGI. Kongnas akan berlangsung pada 28-30 September 2023 di salah satu hotel berbintang di Padang.

Ilmu bidang gastroenterologi memiliki keahlian khusus dalam mengobati beragam gangguan pada saluran pencernaan, seperti gangguan pada lambung, usus, hati, pankreas, empedu, hingga rektum.

Ketua Umum PB PEGI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACG, FACP, FINASIM  mengatakan seiiring dengan meningkatnya kasus gastroenterologi para dokter umum dan spesialis terus mengupdate ilmunya. Tujuannya tak lain agar masyarakat Indonesia khususnya Sumbar mendapat pelayanan terbaik dengan tatalaksana komprehensif.

"Selama tiga tahun terakhir, tenaga kesehatan kita telah berjuang bersama memberikan pelayanan dengan bahu membahu , melawan wabh Covid 19. Membaiknya kondisi pandemi, penyakit-penyakit di bidang lain, seperti gastroenterologi masih terus terjadi. Untuk itu dibutuhkan update ilmu dan kompetensi bagi tenaga kesehatan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," terangnya dalam konferensi pers yang berlangsung, Rabu (27/9) di aula pertemuan RS Unand Limau Manis.

Dikatakannya, Konas dan Pertemuan Ilmiah Nasional PPHI, PGI dan PEGI 2023, merupakan pertemuan nasional yang secara khusus membahas semua topik ilmiah terkini di bidang gastroenterologi. Seperti penyakit lambung, liver, pencernaan dan lainnya. 

"Melalui Konas dan PIN 2023 kami menyampaikan kepada masyarakat Sumbar secara khusus kalau dokter-dokter kita terus update ilmu di bidang kesehatan. Artinya para dokter kita terus belajar demi memberikan pelayanan terbaik. Misalnya saja dalam Konas ini nantinya akan dibahas obat terbaru pengobatan asam lambung, metode pengobatan kanker terbaru serta metode pengobatan terbaru untuk penyakit lainnya," sebut Ari Fahrial.

Menurutnya, saat Konas dan PIN 2023 juga digelar mini symposium dan live dema (endoscopy dan abdominal USG), sidang organisasi, workshop hepatologi, symposium, plenary lecture, morning symposium, lunch symposium, live demo advanced endoscapy intervention (EUS dan ERCP), exhibition, forum ilmiah organisasi (presentasi oral dan poster), dan pelantikan Konsultan Gastroenterohepatologi.

Kongres ini mengangkat tema “Increasing Capabilities df Physiclans in Gastroenterohepatology Disease”

”Tema ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dokter dalam memberikan pelayanan di bidang Gastroenterohepatologi. Selain update ilmu dan kompetensi, rangkaian kegiatan lainnya juga diselenggarakan untuk meningkatkan sinergi dalam pembaharuan seperti Rapat Dewan Pertimbangan Keahlian, Rapat Forum Guru Besar, Sidang Organisasi, Pemilihan 3 Ketua Pengurus Besar disertai pelantikan konsultan Gastroenterohepatologi baru,” jelasnya.

Ketua Umum PB PGI Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, SpPD, K-GEH, FACG, FINASIM menambahkan, acara ilmiah dan workshop diselenggarakan dengan topik terbaru sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi pada saat ini, yang mendatangkan pakar di bidang Gastroenterohepatologi antara lain Prof. Manu Tandan, MD, DM dari India, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, FINASIM, Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, Sp.PD-KSEH, FACG, FINASIM, dan Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD-KGEH, FINASIM. 

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, sehingga diharapkan akan banyak peserta yang berminat mengikuti acara ini dengan cakupannya yang lebih luas, hingga saat ini saja sudah terdaftar . peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ilmiah ini diharapkan mendapatkan respon positif dari mitra kerja perusahaan farmasi dan non-farmasi serta bagi sejawat dokter umum dan spesialis di Indonesia. 

Acara ini diselenggarai pengurus besar PPHI-PGI-PEGI dan diketuai oleh Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir, SpPD, K-GEH, FINASIM dengan bekerja sama dengan pengurus PPHI-PGI-PEGI Cabang Padang, Divisi Gastroenterohepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan RSUP Dr M Djamil Padang.

Dadang menyebut, Sasaran dari kegiatan ini adalah para dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter subspesialis yang diharapkan dapat memperbarui ilmu dan keterampilannya dibidang gastroenterohepatologi. 

Ketua Umum PB PPHI Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD, K-GEH, FINASIM mengungkapkan, Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang temu ilmiah yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan ilmu kedokteran khususnya di bidang gastroenterohepatologi yang melibatkan multidisiplin ilmu. 

Ia menambahkan, Kegiatan ini merupakan kegiatan ilmiah yang dilaksanakan secara annual setiap tahunnya. Diharapkan dengan rutinnya diselenggarakannya acara ini dan dapat diikuti secara hybrid dapat menerima respon positif dan partisipasi dari para dokter umum, dokter spesialis dan dokter subspesialis di Indonesia serta meningkatkan mitra kerja sama dengan perusahaan farmasi dan non farmasi. 

Sementara, Direktur Utama RS Unand, Dr.dr. Yevri Zulfiqar, Sp.B, Sp.U (K), menjelaskan keahlian para dokter Sumbar tak kalah dengan dokter lainnya di luar negeri. 

"Untuk masyarakat Sumbar yang sering keluar negeri, saat ini tak perlu mengeluarkan biaya mahal. Karena dokter-dokter kita punya skill dan kompetensi yang tak kalah hebat dari dokter luar negeri. Begitupun peralatan, juga sudah canggih semua," sebutnya.

Melalui Konas dan PIN 2023 sebut Yevri, menandakan para dokter Sumbar terus upadeta ilmu demia masyarakat Sumbar secra khusus dan Indonesia secara umum.

Lebih lanjut dikatakannya,orang luar negeri juga sudah banyak berobat ke Sumbar untuk penyakit tertentu. Kondisi itu menunjukkan pelayanan dan pengobatan di Sumbar khususnya RSUP M. Djamil dan RS Unand tidak kalah dari luar negeri. 



0 Comments