Sungai di Padang Tercemar, Kopesdal Sumbar Gelar Sekolah Sungai untuk Anak Muda

 

Suasana Sekolah Lapangan di Taman di Taman Edukasi Danau Cimpago, Padang. Ist

PADANG-Sampah menjadi persoalan yang tak pernah habis di lingkungan sekitar. Apalagi pasca banjir. Sampah menumpuk dan menjadi pemandangan tak sedap. Atas kondisi itu sekelompok anak muda pada 2015 lalu berinisiasi membentuk Komunitas Peduli Sungai Danau  dan Alam (Kopesdal).

Sabtu siang hingga sore (12/8) mengelar Sekolah Sungai di Taman Edukasi Danau Cimpago, yang diselenggarakan Pengurus Komunitas Peduli Sungai Danau  dan Alam (Kopesdal),  bekerjasama dengan FKPS Sumbar dan PKBM SMS serta didukung BWS Sumatera V Padang. 

Sekolah sungai itu diikuti oleh 30 anak muda yang berdomisili  sekitar Danau Cimpago Padang. 

Dalam kesempatan itu Ketua FKPS Sumbar, Yudha Putra, mengajak peserta Sekolah Sungai untuk menjaga kebersihan sungai yang ada di sekitar mereka. 

"Hingga saat ini masih banyak masyarakat kita yang membuang sampah sembarangan. Yang lebih menyedihkan mereka membuang sampah ke sungai. Akibatnya sungai tercemar dan berdampak kembali ke masyarakat itu sendiri," terang Yudha, didampingi Sekretaris, Sukita dan Bendahara FKPS Sumbar, Linda.

Disebutkannya, jika sungai terjaga dengan baik, maka keberlangsungan hidup ekosistem di sungai juga akan terjaga. Sebaliknya jika sungai sudah tercemar maka akan berdampak luas pada masyarakat dan ekosistim sungai itu sendiri. Akan terjadi banjir karena ketika hujan sampah yang dibuang ke sungai masuk laut dan akan menumpuk di sepanjang bibir pantai dan muara sungai. 

"Makanya sekarang kami edukasi anak muda agar menjaga sungai dari sampah. Mereka nantinya akan menularkan ilmu kepada rekan sebaya dan menjelaskan pentingnya sungai dijaga agar tidak tercemar," sebut Yudha.

Pengumpulan sampah oleh peserta Sekolah Sungai. Ist

Saat ini katanya Danau Cimpago tidak lagi terjaga kebersihannya. Karena itu perlu kepedulian semua pihak terkait mengembalikan danau buatan itu menjadi bersih dan indah hingga enak dipandang.

"Kondisi Danau Cimpago sekarang sangatlah kumuh. Jangankan orang, kita saja selaku warga Padang tidak mau melihatnya. Karena itu kami harapkan kepada pihak terkait mari kita kembalikan Danau Cimpago menjadi danau yang bersih dan indah. Sehingga kembali menjadi objek wisata di Padang," ujarnya. 

Jika Danau Cimpago kembali menjadi objek wisata, maka perekonomian masyarakat sekitar juga meningkat. Di sana bisa dikembangkan kembali wisata air seperti sepeda kayuh bebek atau perahu naga.

Ke depan, FKPS Sumbar, PKBM SMS dan Kopesdal akan masuk ke sekolah-sekolah guna mengedukasi murid SD agar bisa menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Kemudian Yudha Putra juga meminta masyarakat sekitar sungai membentuk komunitas peduli laut, sungai dan lingkungan. 

Sebagai tindak lanjut Sekolah Sungai, FKPS Sumbar, PKBM SMS dan Kopesdal akan mengelar susur sungai guna memperlihatkan kondisi sungai kepada generasi penerus.

"Setelah melihat langsung kondisi sungai yang tercemar, kami harapkan anak-anak muda akan menjaga sungai dengan baik. Tentunya dengan tidak membuang sampah sembarang, apalagi ke sungai," tutup Yudha Putra. 

Pengelola PKBM, SMS dan juga pengurus Kopesdal,  Linda Purnawati, mengatakan Sekolah Sungai tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan pada Danau Cimpago dan sungai- sungai lain yang tercemar oleh sampah.

 "Kami berharap setelah ikut Sekolah Sungai ini, peserta bisa menjadi agend perubahan bagi lingkungan masing-masing," harapnya.

Di Sumbar sendiri terdapat 50 FKPS, 45 diantaranya ada di Kota Padang. 

Sementara, Kepala BWS Sumatera V Padang, Muhammad Dian Al Makruf, sangat mengapresiasi Sekolah Cuaca yang diselenggalaran Kopesdal Sumbar, Dari kegiatan itu terlihat kepedulian nyata dari kelompok masyarakat, yang turut serta berbagi ilmu penfetahuan terkait kepedulian akan sungai.

"Saya kira hal seperti ini harus lebih dikembangkan dengan kemasan yang lebih menarik supaya ketertarikan masyarakat untuk menjaga sungainya akan lebih besar lagi," pungkas Dian Al Makruf. YL


0 Comments