Biddokkes Polda Sumbar Sosialisasikan Bahaya Campak



PADANG- Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumbar kembali mengadakan pembinaan kesehatan kepada personel Polda Sumbar, yang digelar di halaman Apel Mapolda Sumbar setiap Rabu.

Pembinanan Kesehatan Personel kali ini tentang penyakit menular campak yang disampaikan oleh dr. Neneng Putri Dewi, Rabu (15/2).

Campak merupakan penyakit infeksi virus akut serius yang sangat menular. Campak disebabkan Paramyxovirus dan ditularkan terutama melalui udara (airborne). Masa inkubasi penyakit ini terjadi pada 7-18 hari.

“Gejala campak diantaranya Stadium prodromal demam ≥ 38C yang terjadi selama 3-5 hari, batuk, pilek, gejala konjungtivitis seperti mata berair. Gejala spesifik yaitu adanya koplik’s spot (bercak putih keabu-abuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam),” katanya.

Stadium erupsi diantaranya gejala batuk pilek bertambah berat, suhu badan menigkat, timbulnya bercak merah di seluruh tubuh, Bercak tersebut bertahan selama 4-8 hari dan berangsur menjadi merah kehitaman, panas turun setelah rash muncul.

Selanjutnya Stadium convalescens terdapat tanda-tanda dari stadium sebelumnya mereda dan menghilang tanpa bekas atau menimbulkan bekas coklat kehitaman karena terjadi pengelupasan.

Komplikasi campak dapat menjadi masalah serius untuk semua kelompok umur. Komplikasi yang sering terjadi seperti infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, diare (1 dari 10 anak), komplikasi berat berupa pneumonia (1 dari 20 anak), dan penyebab kematian tersering : ensefalitis (1 dari 1000 anak) yang dapat berakhir dengan kematian. 
Setiap 1000 anak yang menderita campak, 1 atau 2 di antaranya meninggal dunia.

Untuk pengobatan Sampai saat ini tidak ada obat antivirus khusus untuk campak, namun dapat memberikan terapi suportif, meliputi istirahat, antipiretik (penurun demam), memberikan nutrisi dan hidrasi. Serta pemberian obat simtomatik, Antibiotik diberikan bila dicurigai terdapat infeksi bakterial sekunder (radang telinga tengah dan pneumonia). 

Semua anak yang didiagnosis campak harus mendapatkan suplementasi vitamin A sebanyak 2 dosis serta lakukan isolasi.

Terdapat beberapa pencegahan terhadap penyakit campak. Pertama imunisasi campak. Kemudian, vaksin MR / MMR Pada umur 9 bulan berikan vaksin MR. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR, Umur 18 bulan berikan MR atau MMR.

Umur 5 – 7 tahun berikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR. DR

0 Comments