arrow_upward

Film Perjalanan Pertama Karya Putra Minang Viral Hingga ke Brunei dan Malaysia

Friday, 19 August 2022 : 09:03


BRUNEI -- Karya anak bangsa, Putra Minangkabau Arief Malinmudo sutradara film "Perjalanan Pertama" mulai tayang gala serentak di Negara Brunei Darussalam dan Malaysia. 

Masih dalam suasana HUT Kemerdekaan RI ke-77, Keluarga Minangkabau di Negara Brunei Darussalam menggelar (NOBAS) Nonton Basamo premier Film "Perjalanan Pertama" di bioskop Mall Gadong Bandar Seri Begawan Negara Brunei, Kamis (18/8/2022).

Menurut El Rahmah Yulis S.Pd penggiat seni dan budaya di Brunei mengatakan, sebelum tayang film tersebut, sudah menjadi pembicaraan di dua negera itu. Karena film ini merupakan kerja sama antar dua negara Indonesia dan Malaysia yang menceritakan hubungan cucu dan kakeknya. Banyak pengajaran yang dapat dipetik dari film perjalanan pertama ini. 

"Saya pun tertarik ingin menonton film ini, karena hampir seminggu sudah viral dimana mana," kata El Rahmah Yulis yang akrab dipanggil Uni Elis.

Trailer film ini sangat dekat dengan pola asuh anak, bahkan parenting dan film ini juga terpilih menjadi nominasi BEST FEATURE DRAMA pada International Muslim Festival di Australia.

Uni Elis mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memupuk rasa cinta bagi para perantau WNI yang ada di Brunei khususnya negeri Minangkabau dan mensupport hasil karya anak bangsa yang juga bisa dinikmati di luar negri.

"Film ini sangat menarik untuk ditonton, sehingga mampu menyentuh hati banyak penonton. Saya aja sempat nangis," ucapnya.

Respons positif yang didapatkannya dari penonton adalah mengeluarkan air mata. Bahkan penonton dibuat tergerak dengan cerita yang disuguhkan sang sutradara juga penulis skenario.

"Perasaan Bahagia dan senang sekali setelah nonton basamo  film "Perjalanan pertama" ini karena rindu akan kampung halaman terobati setelah pandemic Covid-19 yang tidak dapat pulang ke kampung halaman selama kurun waktu hampr 3 tahun," ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, Uni Elis menyampaikan terima kasih banyak kepada Warga Negara Indonesia yang ada di negara Brunei Darussalam dan Keluarga Besar Minangkabau di Brunei Darussallam yang sudah antusias mendukung perfileman nasional.

Sementara itu, salah satu dari perwakilan Keluarga Minangkabau Brunei menceritakan betapa tersentuhnya setelah menonton film ini. Banyak hal hal positif yang dapat diambil.

Harapan mereka semoga akan lahir film film berikutnya yang selalu memberikani nspriatif  serta memberi pelajaran postif bagi penikmat film Indonesia khususnya

Warga Minang yang melaksanakan NOBAS terdiri dari para pekerja, pedagang, chef, professional dan mahasiswa yang sedang belajar di beberapa universitas di Negara Brunei, Darussalam.  NV