Tak Tahan Sering Dibully, Siswa Kelas XII di Padang Nekat Rakit Bom Molotov untuk Balas Dendam

 

Suasana di kawasan MAN 3 Padang. Ist 

PADANG, KITAPUNYA.ID-Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah kembali memicu aksi nekat yang hampir saja merenggut nyawa.

Masyarakat Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang mendadak gempar setelah sebuah ledakan keras terdengar dari kawasan sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang pada Selasa (14/7/2026).

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang bergerak cepat dan berhasil mengungkap motif di balik ledakan bom rakitan berjenis molotov tersebut. Pelaku peledakan diduga kuat merupakan seorang siswa kelas XII di sekolah tersebut berinisial L, yang nekat meledakkan bom karena tidak tahan kerap menjadi korban perundungan oleh teman-temannya.

Ledakan di Jam Istirahat Gemparkan Balai Gadang

Gema ledakan tersebut awalnya memicu kepanikan warga sekitar selepas waktu salat Zuhur. Secara geografis, MAN 3 Padang berada di kawasan yang cukup strategis, hanya berjarak sekitar 1,2 kilometer dari SMPN 16 Padang atau sekitar 7,2 kilometer dari Kantor Wali Kota Padang di Aie Pacah.

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa aksi nekat L sebenarnya dilancarkan saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.15 WIB. Pelaku menaruh dan menyulut bom molotov tersebut menggunakan korek api di dalam laci meja yang berada di luar ruang kelas.

Target utama L adalah temannya yang diduga kuat sebagai dalang perundungan terhadap dirinya selama ini. Saat kejadian, target diyakini sedang berada tepat di balik tembok dekat titik laci meja tersebut.

"Informasinya, di balik tembok itu ada temannya yang memang dituju. Namun (sasaran) tidak sempat terkena," ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo di lokasi kejadian.

Meski sempat menimbulkan kepanikan luar biasa di lingkungan sekolah dan warga kelurahan sekitar, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Belajar Mandiri dari YouTube dan Siapkan Senjata Cadangan

Kombes Pol Apri Wibowo menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, tindakan ekstrem siswa kelas XII ini murni didorong oleh akumulasi rasa sakit hati dan emosi mendalam yang dipendamnya sendiri.

Fakta mencengangkan lainnya adalah L berhasil memperoleh kemampuan merakit bahan peledak secara autodidak hanya dengan memanfaatkan gawai dan koneksi internet.

"Pelaku belajar membuat bom molotov dari internet, termasuk dari platform YouTube," jelas Kapolresta Padang. Bom tersebut dikategorikan sebagai bahan peledak berdaya ledak rendah (low explosive).

Namun, persiapan L ternyata tidak main-main. Dari hasil penggeledahan tas pelaku dan olah TKP, kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang mengerikan:

Jenis Barang Bukti Jumlah Status / Kondisi

Bom Molotov 1 Unit Sudah meledak di laci meja

Bom Rakitan 3 Unit Masih aktif dan sangat berbahaya

Senjata Cadangan Ketapel & Kelereng Disiapkan di dalam tas pelaku

Adanya ketapel dan sekantong kelereng tersebut diduga kuat dipersiapkan oleh L sebagai rencana cadangan untuk meluapkan amarahnya apabila serangan bom molotov tersebut meleset atau gagal.

Gegana Polda Sumbar Turun Tangan, Sekolah Kembali Normal

Guna mengantisipasi bahaya dari sisa bom rakitan yang belum meledak, Tim Gegana Satbrimob Polda Sumbar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan penjinakan terhadap tiga bom aktif yang disita. Polisi saat ini juga tengah mendalami asal-usul bahan kimia yang digunakan pelaku untuk merakit bom tersebut.

Di sisi lain, pihak sekolah bersama kepolisian bergerak cepat meredam trauma psikologis para siswa agar proses belajar mengajar tidak terganggu berlarut-larut. Aktivitas sekolah MAN 3 Padang dipastikan akan kembali kondusif dalam waktu dekat.

"Saya rasa besok (Rabu, 15/7/2026) aktivitas sekolah sudah bisa masuk dan berjalan normal seperti biasa," tutup Kombes Pol Apri Wibowo.


0 Komentar

silakan komentar yang berguna