TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID- Tabuh talempong dan riuh prosesi adat mengiringi momen sakral di Balerong Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (13/7/2026).
Di hadapan para niniak mamak dan tokoh masyarakat, jurnalis senior Muhamad Syukur, S.Pd.I resmi dikukuhkan menyandang gelar kebesaran adat Minangkabau sebagai Dt. Godang Rajo.
Prosesi puncak ritual batagak pangulu tersebut ditandai dengan pemasangan saluak di kepala, penyematan keris di pinggang, serta pengucapan sumpah dan ikrar pusako sebagai penghulu. Dengan pengukuhan ini, ia kini resmi mengemban amanah kaum Suku Piliang Laweh, Jorong Ampalu, Nagari Gurun, dengan nama adat Muhamad Syukur, S.Pd.I Dt. Godang Rajo.
Panggung Adat yang Megah dan Lahirnya Para Pemimpin Kaum
Alek adat yang berlangsung marak ini tidak hanya mengukuhkan Muhamad Syukur. Kaum di Nagari Gurun juga mendudukkan enam penghulu dan dua khatib lainnya untuk menjaga pagar adat dan agama di tengah masyarakat.
Berikut adalah para pemangku adat yang turut dikukuhkan dalam rangkaian alek tersebut:
Dr. Febby Dt. Bangso Kayo (Suku Koto)
Muhammad Zidane Dt. Basa (Suku Patopang)
Rio Antoni, S.E. Dt. Rajo Malano (Palancuang Tinggi)
Amron Dt. Malano Nan Putiah (Payo Badar)
Ambril Dt. Mangkuto Kayo Nan Kuniang (Patopang)
Arif Budiman, S.E., A.Md. Dt. Rajo Endah (Patopang)
M. Hafiz (Khatik Malano Nan Putiah)
Richie (Khatik Mangkuto Kayo Nan Kuniang)
Kemeriahan alek batagak pangulu ini disemarakkan selama beberapa hari melalui berbagai atraksi seni dan budaya tradisional khas Tanah Datar. Mulai dari kejuaraan Pacu Jawi yang memacu adrenalin, lomba baju kurung, lomba memasak randang baluik, turnamen sepak takraw, prosesi membantai kerbau, pertunjukan kesenian randai, hingga malam hiburan KIM yang bertabur hadiah.
Rekam Jejak sang Wartawan Senior
Nama Muhamad Syukur bukanlah figur baru di Sumatera Barat. Ia merupakan sosok wartawan gaek yang telah mengabdikan diri di dunia pers sejak tahun 1988 dan resmi menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 1989. Profesionalismenya teruji dengan kelulusan pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda dan Madya.
Tak hanya di balik pena, Muhamad Syukur juga memiliki rekam jejak pengabdian di jalur politik praktis. Ia tercatat pernah menduduki kursi parlemen sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar periode 2009–2014, dengan memegang amanah strategis sebagai Ketua Fraksi Hanura serta Sekretaris Komisi II DPRD Tanah Datar.
"Ini merupakan kehormatan besar bagi saya dan keluarga. Saya siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, belajar dari para senior, dan hadir untuk membimbing kaum dengan bijaksana," ungkap Muhamad Syukur Dt. Godang Rajo penuh takzim.
Gelar Adat Bukan Alat Cari Kekuasaan
Pesan mendalam dan penuh peringatan datang dari Ketua KAN Gurun, Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo. Ia mengingatkan para datuk dan khatib yang baru dikukuhkan bahwa mahkota adat yang kini melekat di kepala mereka memikul tanggung jawab moral yang sangat berat kepada anak kemenakan.
"Ingatlah, gelar ini adalah titipan nenek moyang. Jangan jadikan ia alat untuk mencari kekuasaan atau keuntungan pribadi. Jadikanlah diri kalian sebagai panutan, penyelesai sengketa, dan penjaga marwah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah di tengah masyarakat," tegas Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo mengingatkan.

0 Komentar
silakan komentar yang berguna