PADANG, KITAPUNYA.ID– Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang muncul akibat penerapan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Pasar Raya. Pengaturan tersebut diberlakukan menyusul dimulainya proyek revitalisasi Pasar Raya yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, mengajak masyarakat untuk memahami kondisi tersebut dengan menyesuaikan perjalanan sesuai pola lalu lintas yang baru, khususnya di sejumlah ruas jalan utama di pusat kota.
Menurutnya, perubahan arus kendaraan merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pekerjaan revitalisasi sehingga proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Yudi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Ia menegaskan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan demi mendukung salah satu program prioritas Pemerintah Kota Padang, yakni penataan kembali kawasan Pasar Raya.
Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Pasar Raya juga diminta memperhatikan jalur alternatif yang telah disiapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Mulai 2 Juli 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan memulai pekerjaan fisik dengan melakukan pemagaran di kawasan Air Mancur. Dampaknya, akses Jalan M. Yamin yang berada di sekitar lokasi proyek akan ditutup sementara.
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, Dishub telah menyiapkan beberapa jalur pengalihan. Kendaraan pribadi dari Jalan M. Yamin menuju Pasar Raya diarahkan melewati kawasan Iwapi sebelum masuk ke Jalan Pasar Raya. Sementara itu, kendaraan yang hendak menuju Jalan Bundo Kanduang dialihkan melalui Jalan Bandar Belakang Tangsi.
Perubahan juga berlaku bagi kendaraan yang datang dari arah Balai Kota Lama. Jika sebelumnya dapat melaju lurus menuju Air Mancur, kini kendaraan diwajibkan berbelok ke kanan melalui area parkir depan Fase 7 sebelum melanjutkan perjalanan ke Pasar Raya maupun kawasan Permindo.
Pengaturan serupa diterapkan bagi angkutan kota. Angkot jurusan Utara kini melintasi Jalan M. Yamin, kemudian berbelok ke kiri melewati samping Gedung Iwapi, masuk ke jalan belakang Lintas, dilanjutkan ke Jalan Bandar Belakang Tangsi hingga menuju kawasan Taman Melati. Adapun angkot jurusan Selatan dan Timur tetap menggunakan trayek lama tanpa perubahan.
Yudi berharap masyarakat dapat memberikan dukungan selama proses revitalisasi berlangsung. Menurutnya, kerja sama seluruh pihak sangat penting agar pembangunan Pasar Raya berjalan lancar dan nantinya menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih tertata, nyaman, serta representatif bagi Kota Padang.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna