Pantai Padang dan Kota Tua Akan Ditata Ulang hingga Desember 2026

Dinas Pariwisata Kota Padang dan Lurah membagikan surat pemberitahuan kepada para PKL 


PADANG, KITAPUNYA.ID – Pemerintah Kota Padang terus melakukan pembenahan guna mendongkrak daya saing sektor pariwisata, baik di level nasional maupun global. Dalam waktu dekat, dua destinasi unggulan, yakni Pantai Padang dan kawasan Muaro (Kota Tua), akan mengalami perubahan besar melalui program penataan menyeluruh.

Sebagai tahap awal yang mengedepankan pendekatan persuasif, Dinas Pariwisata Kota Padang turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi terkait rencana tersebut. Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Zahirwan, mewakili Kepala Dinas, bersama timnya membagikan surat pemberitahuan resmi kepada para pedagang kaki lima (PKL) pada Senin (22/6/2026).

Pendekatan ini terasa lebih humanis karena melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Proses sosialisasi turut didampingi oleh pihak Kecamatan Padang Barat, aparat kelurahan setempat, hingga Dubalang sebagai penjaga nilai dan ketertiban adat nagari, sehingga komunikasi dengan para pedagang berjalan lebih efektif.

Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa proyek ini meliputi penataan taman, area parkir, serta perbaikan trotoar di sepanjang kawasan Pantai Padang, mulai dari Masjid Al-Hakim hingga Tugu Elo Pukek. Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga akan dilakukan di kawasan bersejarah Muaro atau Kota Tua.

Zahirwan menegaskan bahwa sosialisasi langsung ini bertujuan agar para pelaku usaha kecil tidak kaget ketika pekerjaan fisik dimulai.

“Proyek ini direncanakan berlangsung dari akhir Juni hingga Desember 2026. Karena itu, kami bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan Dubalang turun langsung menemui para pedagang agar informasi tersampaikan dengan jelas dan tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan,” jelasnya.

Melalui surat tersebut, pemerintah mengimbau para pedagang yang berada di area terdampak proyek untuk menyesuaikan aktivitas mereka. PKL diminta tidak lagi berjualan di lokasi pembangunan, serta segera memindahkan seluruh perlengkapan usahanya sebelum alat berat mulai beroperasi.

“Kami berharap pengertian dan kerja sama dari seluruh pedagang. Pengosongan ini dilakukan demi keselamatan bersama dan kelancaran proyek. Ke depan, jika kawasan ini menjadi lebih tertata, nyaman, dan menarik, tentu manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat, terutama dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” tambah Zahirwan.

Pemerintah Kota Padang juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban umum. Pemberitahuan ini berlaku sejak diterbitkan hingga seluruh proses pembangunan selesai. Apabila imbauan tidak dipatuhi, maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Sinergi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, dan Dubalang ini menunjukkan bahwa pembangunan kota modern tetap bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai kearifan lokal.(def*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna