Festival Minangkabau 2026 Berakhir Meriah, Ribuan Wisatawan dan UMKM Rasakan Dampak Ekonomi

 


TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID – Festival Minangkabau (FM) 2026 sukses digelar dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan yang menjadi puncak Program Unggulan (Progul) Satu Nagari Satu Event itu berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan beragam atraksi budaya dan ekonomi kreatif.

Penutupan Festival Minangkabau 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (27/6/2026) malam.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Ahmad Fadly, unsur Forkopimda Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Ketua GOW Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, para camat, tamu undangan, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

Rangkaian penutupan berlangsung meriah dengan suguhan seni tari, drama budaya, hiburan dari artis Minang, serta bazar yang melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM kuliner khas Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menyebut Festival Minangkabau kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI untuk keenam kalinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa festival ini telah menjadi agenda budaya yang diperhitungkan secara nasional.

Ia mengatakan, Festival Minangkabau tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian adat dan budaya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat Minangkabau, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.

Berdasarkan data panitia, kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung selama pelaksanaan festival mencapai sekitar 5.000 orang. Sementara itu, sebanyak 100 stan UMKM yang berpartisipasi di Lapangan Cindua Mato juga dikunjungi sekitar 4.000 pengunjung.

"Antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Ini menunjukkan Festival Minangkabau semakin dicintai dan mampu memberikan hiburan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Bupati.

Bupati Eka menegaskan, Festival Minangkabau akan terus menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus mendukung berbagai event daerah guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurutnya, penyelenggaraan festival telah memberikan efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari berkembangnya sanggar seni, meningkatnya aktivitas UMKM, hingga semakin hidupnya kuliner dan tradisi budaya Minangkabau.

Ia berharap Festival Minangkabau 2027 mampu menghadirkan dampak yang lebih besar dan semakin memperkuat posisi Tanah Datar sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, mulai dari sponsor, panitia pelaksana, tim kreatif, pelaku pariwisata, influencer, fotografer, hingga insan pers.

"Terima kasih atas dukungan semua pihak. Jika masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar, Inhendri Abbas, menyatakan seluruh rangkaian Festival Minangkabau 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.

Ia menilai sektor pariwisata kini menjadi salah satu andalan daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan Festival Minangkabau, katanya, telah memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha lokal.

Festival Minangkabau 2026 yang berlangsung sejak 25 hingga 28 Juni diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pawai budaya, makan bajamba, pertunjukan seni tradisional, fashion show, pameran desa wisata, bazar UMKM, Kongres dan Seminar Bundo Kanduang se-Dunia, serta hiburan artis Minang pada malam penutupan.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses," pungkasnya.


0 Komentar

silakan komentar yang berguna