Tanah Datar Bangkit: Arus Kepedulian Mengalir, BNPB Kucurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Korban Bencana

 Buoati

Bupati Tanah Datar, Eka Putra saat meninjau lokasi bencana bersama jajaran terkait lainnya. Its 

BATUSANGKAR, KITAPUNYA.ID– Secercah harapan mulai menyelimuti warga Kabupaten Tanah Datar yang tengah berjuang di tengah duka pascabencana banjir dan tanah longsor. Memasuki hari ketiga masa tanggap darurat, Jumat (15/5/2026), bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru mulai membanjiri posko-posko pengungsian.


Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di bawah komando Bupati Eka Putra, SE, MM, terus bergerak cepat merangkul berbagai pihak—mulai dari pemerintah pusat, perantau, sektor swasta, hingga organisasi sosial—untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini.


Respon Cepat BNPB: Logistik dan Dana Segar

Salah satu dukungan signifikan datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bertempat di Gedung Indojolito Batusangkar, Staf Fungsional BNPB, Yustam, menyerahkan bantuan logistik dan Dana Siap Pakai (DSP) secara simbolis kepada Bupati Eka Putra.


"Kami mengapresiasi langkah taktis Pemkab Tanah Datar yang bergerak cepat sejak menit pertama kejadian. Bantuan ini adalah respon langsung pusat untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi," ujar Yustam.


Rincian bantuan yang disalurkan meliputi:


Dana Siap Pakai: Rp223.450.000 (untuk operasional darurat).


Logistik: 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, dan 200 lembar matras.


Kesehatan & Sanitasi: 50 paket hygiene kit, 100 lembar terpal, serta 100 lembar selimut.


Potret Kerusakan: 10 Jembatan Hanyut, Puluhan Rumah Rusak

Bupati Eka Putra memaparkan bahwa hujan ekstrem yang mengguyur sejak 12 Mei lalu telah meluluhlantakkan infrastruktur di enam kecamatan, yakni Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.


Berdasarkan data terkini, dampak material meliputi:


14 Rumah rusak berat.


60 Rumah rusak sedang.


10 Jembatan hanyut atau rusak total.


Kerusakan infrastruktur ini sempat memutus akses vital, membuat puluhan kepala keluarga terisolasi selama beberapa waktu.


Gotong Royong dan Jembatan Darurat

Namun, di balik kepungan lumpur dan reruntuhan, semangat Luhak Nan Tuo tetap menyala. Warga bersama relawan dan aparat bahu-membahu membangun akses darurat.


"Alhamdulillah, berkat gotong royong masyarakat, wilayah yang sebelumnya terisolasi kini sudah bisa dilalui jembatan darurat. Saat ini, tim BNPB bersama tim Zipur juga sudah melakukan survei lapangan untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat permanen guna kelancaran distribusi logistik," ungkap Bupati Eka Putra penuh syukur.

Tetap Siaga: Ancaman Cuaca Belum Berakhir

Meski bantuan terus mengalir, Bupati mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Merujuk informasi dari BMKG, potensi curah hujan tinggi masih mengintai wilayah Tanah Datar dalam beberapa hari ke depan.


"Saya minta seluruh masyarakat tetap waspada dan siaga. Kami dari pemerintah akan terus berada di garda terdepan hingga kondisi benar-benar pulih dan warga bisa kembali ke rumah dengan aman," pungkasnya.


Laporan: Wied/Prokopim Tanah Datar

0 Komentar

silakan komentar yang berguna