Pastikan "Dapur Ngebul" dan Akses Pulih, Bupati Eka Putra Tinjau Langsung Lokasi Bencana di Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Eka Putra saat meninjau lokasi bencana. Ist


TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID – Mengesampingkan lelah, Bupati Tanah Datar Eka Putra kembali turun ke lapangan untuk memastikan warganya tidak sendirian menghadapi masa sulit pascabanjir bandang dan tanah longsor. Pada Kamis (14/5/2026), 

Bupati memimpin langsung peninjauan ke sejumlah titik pengungsian dan lokasi infrastruktur yang lumpuh di Kecamatan Tanjung Emas, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara.

Didampingi Ketua DPRD Anton Yondra, Dandim 0307/TD Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, serta Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, bupati bergerak cepat menyisir wilayah terdampak guna memastikan bantuan logistik dan pemulihan akses berjalan tanpa hambatan.

Prioritas Kesehatan di Pengungsian

Kunjungan diawali di posko pengungsian Kantor Camat Tanjung Emas. Di sana, Bupati berdialog dari hati ke hati dengan para pengungsi. Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang terlantar dalam hal kebutuhan dasar.

"Saya minta pemerintah kecamatan terus berkoordinasi. Makanan, pakaian, hingga layanan kesehatan harus tersedia 24 jam. Petugas Puskesmas saya perintahkan siaga penuh untuk rutin memeriksa kondisi fisik dan psikis warga," tegas Eka Putra.

 Jembatan Bailey: Solusi Cepat Putusnya Akses

Salah satu titik krusial yang ditinjau adalah kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak, di mana jembatan utama hanyut diterjang arus. Akibatnya, akses transportasi masyarakat sempat lumpuh total.

Menanggapi hal ini, Bupati membawa kabar baik. Pemerintah Daerah telah bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami sudah mengusulkan pembangunan jembatan bailey ke BNPB. Insya Allah, dalam waktu dekat segera dipasang agar urat nadi ekonomi dan mobilitas warga kembali normal," ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang secara swadaya membangun jembatan darurat dari batang kelapa sebagai solusi sementara.

Dua Skema Pembangunan Rumah Warga

Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, Pemkab Tanah Datar telah menyiapkan dua opsi skema bantuan hunian:

Hunian Tetap Terpadu: Lahan dan bangunan sepenuhnya disiapkan oleh pemerintah.

Pola Mandiri: Masyarakat menyediakan lahan pribadi, sementara pembangunan rumah dibantu oleh pemerintah daerah.

Pergerakan Pasukan dan Posko Bantuan

Untuk mempercepat proses pembersihan material lumpur, satu pleton personel TNI dari Batalyon TP Pandeka Gunung Marapi telah dikerahkan ke lokasi.

Selain itu, pusat kendali bantuan telah disebar di beberapa titik:

Posko Utama & Dapur Umum: Berada di Setangkai (Lintau Buo), mulai beroperasi penuh besok.

Posko Satelit: Tersebar di kantor camat Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo Utara.

Data Kerugian dan Dampak Bencana

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, kerugian materiil tercatat cukup masif. Berdasarkan pendataan sementara:

Ratusan hektare lahan pertanian rusak total.

Sejumlah jembatan putus dan akses jalan tertimbun.

Puluhan rumah warga hanyut dan rusak berat/ringan.

Banyak ternak warga yang hilang terbawa arus.

Bupati memastikan bantuan awal berupa sembako, selimut, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi sudah mulai didistribusikan melalui Wali Nagari. 

"Kebutuhan mendesak seperti senter dan alat penerangan juga menjadi prioritas kami saat ini," pungkasnya. (Wied)


0 Komentar

silakan komentar yang berguna